asuransi perjalanan asuransi mobil terbaik asuransi mobil asuransi bni pendidikan asuransi kesehatan keluarga asuransi kesehatan kumpulan asuransi kesehatan nasional asuransi kesehatan pemerintah asuransi kesehatan untuk keluarga asuransi online asuransi pendidikan anak terbaik asuransi pendidikan bringin life investasi asuransi terbaik lembaga pendidikan asuransi indonesia makalah asuransi pendidikan

Tahun Ini Pemerintah Akan Kebut Pelatihan Guru Agar Sapat Terapkan Kurikulum 2013

Posted on

Infogtk.id – Tahun Ini Pemerintah Akan Kebut Pelatihan Guru Agar Sapat Terapkan Kurikulum 2013. Terdapat beberapa siswa tampak kelihatan asyik mengulik gadget di halaman salah satu sekolah di pelosok kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Mereka bukan sedang bermain game online atau berswafoto, melainkan tengah asik mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan gurunya.

Sebelumnya, guru mereka memberikan soal untuk dijawab dalam bentuk atau format barcode. Usai memindai barcode tersebut, siswa-siswa SD itu memakai  ponsel atau smartphone mereka untuk mencari jawaban dan kemudian mempresentasikannya terhadap sahabat-sahabatnya.

Pada kesempatan dan peluang lain, para siswa sibuk memandang barang-barang impor di pasar, ternyata dan rupanya mereka sedang belajar proses dan cara kerja ekspor impor. Untuk belajar soal demokrasi, guru mengajak siswa untuk belajar berkampanye di depan sahabat sahabatnya.

Pelatihan guru K13

Begitulah salah satu proses dan cara kerja pembelajaran dengan metode kekinian dalam implementasi kurikulum 2013 yang digunakan di sekolah. Siswa diajak untuk aktif mencari jawaban atas persoalan situasi  permasalahan, dan guru berperan sebagai fasilitator.

Kurikulum 2013 atau yang lebih  acap kali sering disebut K-13 atau Kurtilas, mulai disosialisasikan  terhadap para stakeholder pendidikan sejak pertengahan 2013.  Sejak diluncurkan hingga dengan saat ini, banyak penyempurnaan yang sudah dikerjakan. Koreksi,Perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan berdasarkan pengamatan, usul dan masukan, dan pengalaman serta selama pendampingan penerapan  K-13 di lapangan.

Sasaran  utama K-13  yaitu untuk  mampu dan sanggup serta cakap  menghasilkan alumni lulusan yang memiliki  kompetensi yang sesuai  dengan tuntutan di tingkat kelas siswa. Sehingga sekolah akan  menghasilkan  lulusan  yang memilik standar kompetensi pendidikan yang sesuai dan pantas dengan tuntutan perubahan dunia usaha dan dunia industri.

Apabila melihat dan memperhatikan pada road map implementasi untuk jangka waktu 2015-2020 yang  disusun oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), maka sasaran atau target implementasi akan selesai pada Juli 2020. Pada waktu yang ditentukan tersebut , semua tingkatan pendidikan sudah melakukan kurikulum 2013.

Menuru data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, sekolah yang sudah mengimplementasikan K-13 pada tahun ajaran 2017/2018 sudah menempuh 134.811 sekolah.

Penerapan  K-13 itu sendiri, sejak awal tidak dilakukan , artinya sejak pertama kali K-13 diimplementasikan diawali untuk siswa kelas satu , siswa kelas tiga untuk kelas atas, dan siswa kelas tujuh dan dan kelas sebelas. Sehingga, diharapkan dalam waktu tiga tahun pengaplikasian K-13 akan mencakup semua tingkatan pendidikan.

Dari  Pendidik Jadi Fasilitator

Peran guru pada  pengaplikasian K-13 memang tak sama dengan kurikulum lainnya. Sebelumnya, guru berfungsi sebagai pengajar dan pendidik tapi sekarang mereka  mesti menjadi fasilitator pelajaran bagi siswa.

Kecakapan berpikir tingkat tinggi High Order Thinking Skill diharapkan dapat dilaksanakan siswa dengan difasilitasi para guru. Sebelum K-13 diterapkan sepenuhnya oleh sekolah di Indonesia, guru-guru wajib mengikuti pelatihan.

Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Hamid Muhammad, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan para instruktur yang akan melatih para guru perihal metode pembelajaran K-13. Penyiapan itu dilakukan oleh  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk para guru di tingkat kabupaten/kota.

Peningkatan kapasitas itu dimaksudkan untuk kepala sekolah dan perwakilan guru dari  tiap-tiap sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nantinya, peserta pelatihan meneruskan hasil pelatihannya pada semua guru di lingkungan kerjanya.

“Sampai minggu  ketiga bulan April, saya  kira bisa diselesaikan  penyiapan kapasitas guru untuk menerapkan  K-13,” ujarnya.

Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, E. Nurzaman, menerangkan guru harus memberi kesempatan murid untuk bertanya dalam penerapan K-13. Rangsangan Stimulasi berpikir lebih tinggi lebih besar terjadi jika siswa mengajukan pertanyaan, dibandingkan sekedar menjawab pertanyaan guru.

Sahabat Info GTK, Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, sudah mempertimbangkan bahwa  seluruh sekolah  harus melakukan K-13 pada tahun ajaran 2018/2019. Oleh  karenanya, Kemendikbud, lewat Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, secara  berjenjang dan bertahap membekali guru-guru dengan kemampuan menjadi fasilitator  agar tidak  gagap  menerapkan dan menggunakan K-13.

“Tahun lalu, K-13 sudah diterapkan dan diaplikasikan secara bertahap.Pada tahun ajaran ini, semestinya menjalankan  semuanya,” kata Nurzaman.

Comments

comments

Gravatar Image
Pembina Pramuka - Guru PJOK - Operator Dapodik Sekolah di SD Negeri Periuk 3 Kota Tangerang - Belajar Berbagi Informasi Guna Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Leave a Reply