asuransi perjalanan asuransi mobil terbaik asuransi mobil asuransi bni pendidikan asuransi kesehatan keluarga asuransi kesehatan kumpulan asuransi kesehatan nasional asuransi kesehatan pemerintah asuransi kesehatan untuk keluarga asuransi online asuransi pendidikan anak terbaik asuransi pendidikan bringin life investasi asuransi terbaik lembaga pendidikan asuransi indonesia makalah asuransi pendidikan

Perlukah Perubahan Orientasi Kurikulum Pendidikan Di Indonesia?

Posted on

infogtk.id – Pengajaran formal dalam definisi tradisional mewajibkan siswa duduk rapi dalam kelas selama berjam-jam. Orientasi Kurikulum Pendidikan Di Indonesia menyebutkan di dalam sebuah sekolah, siswa diajar untuk memahami materi dan menambah pengetahuan dengan di didik oleh guru lewat  serangkaian peraturan dan kurikulum yang sudah ditentukan.

Kurikulum hal yang demikian mengontrol tipe mata pembelajaran, tingkat kesanggupan siswa, sasaran materi, metode evaluasi, pelaksanaan aktivitas belajar mendidik, media yang diterapkan dan digunakan, dan lain-lain. Secara biasa, bisa dikatakan bahwa kurikulumlah yang menetapkan arah pengajaran sebuah negara.

Menilik sejarah, perkembangan pengajaran Indonesia dikala ini benar-benar diberi pengaruh oleh metode dan cara pengajaran zaman kolonial. Pada zaman penjajahan, siswa “disekolahkan” supaya menjadi pekerja di perkebunan milik Belanda. Kecakapan utama yang ditekankan oleh kurikulum ketika itu tentu saja disesuaikan dengan keperluan kerja zaman kolonial.

Pada ketika itu, siswa diajar dan di didik untuk bisa menghitung  dan menghapal materi dalam ruang-ruang kelas. Sayangnya, metode atau cara pengajaran seperti ini masih diadopsi hingga kini. Sekolah masih menekankan pada pengerjaan mekanikal dimana siswa diharuskan cuma sekadar menghapal dan mengingat materi pembelajaran.

Orientasi Kurikulum Pendidikan Di Indonesia

Perlu disadari bahwa ketika dikala ini, sasaran kurikulum di Indonesia masih menekankan pada kecerdasan akademik. Sedangkan pengajaran karakter marak digencarkan lewat diseminasi kurikulum Indonesia, pada praktiknya, banyak guru yang masih bingung  dalam mengimplimentasikan  pengajaran karakter hal yang demikian pada pengerjaan pelajaran. Sekarang ini dikarenakan siswa dan sekolah masih  betul-betul dituntut untuk menerima poin/skor tinggi pada ketika  ujian, nilai bagus untuk melanjutkan pengajaran ke tahapan  yang lebih tinggi atau menerima profesi.

Permasalah utama dengan pendekatan kurikulum yang seperti ini ialah  siswa seakan  diberi arahan untuk menjadi mesin pencari nilai sebab kecakapan mereka cuma ditetapkan  dari seberapa tinggi nilai  yang mereka  dapatkan di raport atau ujian.

Sekarang  ini muncul sebagai implikasi dari kebijakan sekolah yang mendiskreditkan aspek kecerdasan dan aktivitas siswa yang lain seperti seni, olahraga dan lainnya. Siswa seakan menjadi robot penghafal dan pengingat materi yang akan keluar dalam ujian.

Dengan memperhatikan dinamika global dan perkembangan teknologi, siswa  semestinya menerima bekal ilmu yang benar-benar mereka butuhkan ketika mereka tak lagi berguru. Siswa seharusnya diajarkan bagaimana menjadi komponen dari kelompok sosial global yang nantinya akan berkontribusi secara positif terhadap masyarakat.

Berdasarkan, generasi muda dunia sudah mempunyai jalan masuk yang tak terbatas pada informasi, sehingga  eksistensi dunia maya, aplikasi ponsel atau hand phone dan media sosial menciptakan perubahan dapat terjadi amat dinamis. Model Pembelajaran Sesuai Karakteristik Siswa Milenial dituntut supaya sanggup  mengerjakan penemuan- penemuan kreatif dan perubahan. Oleh karena itu, bisnis seperti facebook, google, gojek serta penemuan-penemuan kreatif lain menguasai pasaran.

Tantangan dan tuntutan sosial zaman masa sekarang  betul-betul berbeda dengan apa yang dulu terjadi. Globalisasi yang mengaburkan batas-batas geografis dan sosial  betul-betul rawan memicu perselisihan ke dalam masyarakat, bagus secara vertikal ataupun horisontal. Generasi muda  betul-betul rentan kepada goncangan sosial  seandainya  tak mempunyai pemahaman akan arti penting toleransi dan rasa menghargai.

Perlu kita sadari bahwa kecerdasan seperti kecerdasan matematis dan pengetahuan alam masih penting, tapi  bukan berarti kecerdasan lain seharusnya diabaikan. Justru kecerdasan emosionil dan spiritual amat benar-benar berdampak  bagi perkembangan jiwa seorang individu.

Saat  hasil dari Future of Job Reports oleh World Economic Forum, di tahun 2020, generasi global dituntut untuk lebih merajai kecerdasan emosi  seperti pemecahan persoalan yang rumit, pemikiran kritis, manajemen diri, kerjasama, kestabilan emosional  diplomasi dan lain-lain.

Oleh sebab itu, pengembang kurikulum sekolah di Indonesia seharusny mengambil nilai hal yang demikian sebagai pertimbangan dalam membentuk kurikulum nasional. Sekolah dan pemerintah seharusnya menyadari bahwa pengembangan keterampilan sosial dan emosional sudah timbul sebagai tujuan bersama dari metode atau cara pengajaran di mana saja. Sehingga, revolusi pengajaran di pengajaran Indonesia betul-betul diperlukan  terpenting dengan melihat dan mengamati serta memandang dua aspek:

Pertama, transfer pengetahuan yang menekankan kecakapan learn, unlearn dan relearn.  Kecakapan “learn” berarti bahwa sekolah seharusnya mengajari siswa untuk mempunyai pikiran yang terbuka dalam memperbarui dan menyesuaikan diri dengan dunia yang dinamis ini. Pelajaran dan Pembelajaran ini, segala  hal terus berubah dan berkembang. Siswa seharusnya popularitas terkini  dalam ilmu pengetahuan dan metode atau sistem mengakses info yang ada di sekitar mereka.

“Unlearn” berarti bahwa siswa seharusnya sanggup melepaskan tiap pola pikir  info lama yang mungkin telah tak relevan dengan perkebangan ilmu pengetahuan. Siswa juga perlu memahami bahwa merubah paradigma lama mereka dan berani menghadapi perspektif baru sebagai substitusi dari hal-hal yang penting  ialah  modal utama dalam menghadapi dinamika global.

“Relearn” berarti bahwa siswa semestinya berpikiran terbuka untuk merangkul seluruh kemungkinan. Mereka mungkin sudah belajar sesuatu sebelumnya dan semestinya mengubahnya. Oleh sebab itu, sesudah siswa berubah pikiran perihal seputar sesuatu, penting bagi mereka untuk mempelajari kembali hal baru untuk menggantikan info  sebelumnya yang tak relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kedua, sekolah seharusnya  secara tetap menggunakan pelajaran berbasis konteks. Pengajaran atau Pendidikan berbasis konteks ialah pelajaran yang mengintegrasikan materi pelajaran dengan kehidupan kongkret siswa. Dengan pelajaran ini, siswa akan mempunyai pengalaman praktis dalam memahami materi dan bukan cuma sekadar pengetahuan teoritis belaka.

Pengajaran atau Pendidikan seperti ini mengutamakan pemanfaatan info  dan materi yang siswa akan hadapi dalam kehidupan kongkret . Oleh sebab itu, siswa tak  semestinya senantiasa dikurung dalam kelas tapi justru  semestinya mengeksplorasi materi dari perspektif kehidupan kongkret .

Siswa  semestinya  dibawa ke pasar, terminal, perusahaan, kantor polisi atau tempat di mana mereka diajar  untuk mengasosiasikan info  yang mereka pelajari dengan konteks kehidupan kongkret. Mereka perlu belajar kosa kata di sekolah akan menolong mereka untuk berdiplomasi atau mengirim e-mail/surat elektronik kesahabat-sahabat mereka di negara lain, atau kenapa kerja sama regu akan menolong mereka untuk berhasil dalam karir masa depan mereka. Dengan cuma menerapkan buku dan memisahkan materi belajar dari konteks kehidupan kongkret, produktivitas pelajaran siswa akan amat baik.

Sahabat Info GTK dengan menekankan sebagian hal-hal demikian yang diinginkan siswa kami akan sanggup menjawab tantangan yang terjadi di dunia luar. Sekolah bertanggung jawab untuk mempersiapkan siswa sebagai warga global yang kontrbutif. Sehingga, kita perlu menganalisis banyak hal dalam metode cara Pengajaran Indonesia, khususnya mengenai orientasi kurikulum dan pendekatan pelajaran dalam menghadapi dinamika dan tantangan global di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Comments

comments

Gravatar Image
Pembina Pramuka - Guru PJOK - Operator Dapodik Sekolah di SD Negeri Periuk 3 Kota Tangerang - Belajar Berbagi Informasi Guna Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Leave a Reply