Fungsi Tulang – Apa itu tulang? Apa fungsi tulang? Apa fungsi tulang pada manusia dan hewan? Apa fungsi otot dan tulang? Apa fungsi tulang betis? Bagaimana struktur tulang? Sebutkan jenis-jenis tulang dan fungsinya!

Baca Juga : Sistem Pergerakan Manusia

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian tulang, fungsinya, jenis struktur, bentuk dan proses pembentukan tulang pada manusia serta kelainan tulang selengkapnya.


Isi

bersembunyi

1
Memahami Tulang

2
Fungsi Tulang

3
Jenis Tulang

3.1
Tulang Rawan (Tulang Rawan)

3.1.1
Tulang Rawan Hyalin

3.1.2
Tulang Rawan Elastis

3.1.3
Tulang Rawan Berserat

3.2
Tulang Keras (Osteon)

3.2.1
Tulang Kompak

3.2.2
Tulang Spons

3.2.3
Tulang Rata

3.2.4
Tulang Pendek

3.2.5
Tulang Pipa

4
Bentuk Tulang

4.1
Pipa Tulang (Panjang)

4.2
Tulang Pendek

4.3
Tulang Rata

4.4
Tulang Tidak Beraturan

5
Struktur tulang

6
Pembentukan Tulang (Osifikasi)

7
Gangguan Tulang

7.1
Osteoporosis

7.2
Rakhitis

7.3
Osteomalasia

7.4
Osteomielitis

7.5
Tumor Tulang

7.6
penyakit Paget

7.7
Osteogenesis Imperfecta

Memahami Tulang

Tulang atau disebut juga rangka merupakan suatu struktur jaringan yang berperan sebagai penopang dan pembentuk tubuh manusia dan hewan vertebrata. Tanpa tulang, tubuh tidak bisa berdiri tegak.

Selain itu, tulang juga berperan dalam sistem pergerakan. Sistem gerak manusia ditopang oleh dua komponen utama yaitu tulang dan otot, tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif. Tulang merupakan alat gerak yang pasif karena tulang tidak dapat digerakkan tanpa bantuan otot.


Pembentukan tulang terjadi di dalam rahim dan berlanjut hingga dekade kedua dengan susunan yang teratur.

Fungsi Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang mempunyai fungsi yang berbeda-beda, antara lain:


  • Mendukung dan memberi bentuk pada tubuh.
  • Merakit rangka bodi
  • Sebagai tempat melekatnya otot.
  • Melindungi organ vital tubuh seperti otak, jantung, paru-paru dan lain-lain.
  • Sebagai tempat penyimpanan mineral (kalium dan fosfor)
  • Sebagai tempat pembentukan sel darah.

Jenis Tulang

Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tulang rawan (cartilage) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan (Tulang Rawan)

Pengertian tulang rawan atau tulang rawan adalah jaringan ikat fleksibel pada tubuh manusia dan hewan, termasuk sendi-sendi yang terletak di antara tulang, tulang rusuk, telinga, hidung, saluran tenggorokan, dan cakram intervertebralis. Tulang rawan lebih lunak dari tulang tetapi lebih keras dan tidak sefleksibel otot.

Tulang rawan tersusun atas kumpulan sel tulang rawan (kondosit) yang menghasilkan matriks ekstraseluler berupa serat dan zat dasar. Tulang rawan merupakan kerangka sementara pada embrio sebelum digantikan oleh tulang sejati.

Sel tulang rawan mengeluarkan matriks yang disebut kondrin, matriks tersebut membuat tulang rawan fleksibel, licin dan kuat. Fleksibilitas tulang rawan pada tulang rusuk yang menyusun rongga dada menyebabkan tulang rusuk dapat bergerak bebas mengikuti perluasan paru-paru saat bernapas. Tulang rawan di antara tulang belakang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan sehingga dapat kembali ke bentuk semula.


Sifat tulang rawan adalah keras dan lentur karena diantara sel-sel tulang terdapat zat yang banyak mengandung bahan perekat dan kapur. Jeruk nipis merupakan perekat tulang, jeruk nipis merupakan sejenis protein yang disebut kolagen. Letak tulang rawan pada orang dewasa adalah pada persendian, ujung tulang keras, hidung dan telinga.

Pembentukan tulang rawan dilakukan oleh sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks (bahan dasar keras pada tulang). Ada 3 jenis tulang rawan antara lain:

Baca Juga: Sumsum Tulang Belakang

Tulang Rawan Hyalin

Tulang rawan hialin merupakan jenis tulang rawan yang halus, transparan dan memiliki matriks homogen. Contoh tulang rawan hialin dapat ditemukan pada permukaan sendi dan dinding trakea.

Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan elastis merupakan jenis tulang rawan yang mempunyai sifat fleksibel dan matriksnya mengandung serat elastis bercabang. Contoh tulang rawan elastis dapat ditemukan pada ujung hidung dan daun telinga.

Tulang Rawan Berserat

Tulang rawan fibrosa merupakan jenis tulang rawan yang kurang fleksibel dan memiliki matriks yang banyak mengandung serat kolagen. Contoh tulang rawan berserat dapat ditemukan di antara tulang belakang dan tulang rawan di lutut (tendon dan ligamen).

Tulang Keras (Osteon)

Pengertian tulang keras atau osteon adalah jaringan ikat khusus yang merupakan salah satu komponen sistem pergerakan. Sifat tulang keras atau tulang sejati, kaku dan keras, tulang keras merupakan alat gerak yang pasif karena dapat bergerak apabila digerakkan oleh otot. Struktur tulang keras terdiri dari kapur dan fosfor.

Berdasarkan matriksnya, terdapat 2 jenis tulang keras antara lain:

Tulang Kompak

Tulang kompak merupakan jenis tulang yang memiliki matriks padat dan padat yang mengandung kapur dan fosfor. Tulang kompak dalam sel-sel tulang (osteosit) tersusun dan membentuk sistem havers. Contoh tulang kompak terdapat pada tulang jari kaki, telapak kaki, tulang betis, tulang kering, tulang paha, tulang selangka, ruas jari, tulang telapak tangan, tulang ulna, tulang ulna dan tulang lengan atas.

Tulang Spons

Tulang spons merupakan salah satu jenis tulang yang memiliki matriks berongga dan tersusun atas anyaman trabekula datar (mirip pecahan ubin) serta mengandung serat kolagen. Di dalam rongga tulang spons terdapat jaringan sumsum tulang. Contoh tulang spons antara lain:

  • Tulang pipih. Contoh tulang pipih dapat ditemukan pada tulang penyusun tengkorak dan wajah, tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belikat.
  • Tulang pendek. Contoh tulang pendek dapat ditemukan pada tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki, dan tulang belakang.

Berdasarkan bentuknya, terdapat 3 (tiga) jenis tulang keras antara lain:

Tulang Rata

Tulang pipih adalah jenis tulang keras yang kedua ujungnya rata. Contoh tulang pipih dapat ditemukan pada tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.

Tulang Pendek

Tulang pendek merupakan salah satu jenis tulang keras yang berbentuk pendek dan berbentuk dadu. Contoh tulang pendek dapat ditemukan pada tulang pergelangan tangan dan tulang belakang.

Tulang Pipa

Tulang pipa merupakan salah satu jenis tulang keras yang berbentuk panjang dan berbentuk seperti pipa. Contoh tulang pipa terletak pada tulang ekstremitas.

Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, ada empat jenis tulang, antara lain:

Pipa Tulang (Panjang)

Tulang pipa atau tulang panjang merupakan salah satu jenis tulang yang bentuknya seperti tabung berongga. Tulang pipa dapat ditemukan pada tulang hidung, tulang kering, tulang hasta, tulang betis dan tulang paha.

Baca Juga: Fungsi Batang Otak

Tulang Pendek

Tulang pendek merupakan salah satu jenis tulang yang bentuknya seperti kubus. Tulang pendek hanya terdapat pada tulang belakang, pangkal lengan, dan pangkal kaki.

Tulang Rata

Tulang pipih adalah tulang dengan bentuk tulang pipih atau lempeng. Fungsi tulang pipih adalah sebagai pembentuk dinding rongga atau sebagai pelindung. Contoh tulang pipih terdapat pada tengkorak, tulang belikat, dan tulang rusuk.

Tulang Tidak Beraturan

Tulang tidak beraturan adalah tulang yang bentuknya tidak beraturan. Tulang tidak beraturan dapat ditemukan pada tulang wajah dan tulang belakang.

Struktur tulang

Tulang panjang seperti tulang paha mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu tulang kompak (kortikal) dan tulang spons (kansel atau trabekuler). Bentuk tulang kompak adalah silinder padat pada poros tengah tulang di sekitar rongga sumsum tulang. 80% dari total massa tulang pada tubuh manusia disumbangkan oleh tulang kompak. Tulang spons terletak di ujung tulang panjang, tulang ini menyumbang sekitar 20% dari total massa tulang dan memiliki struktur seperti sarang lebah.

Sebagian besar tulang terdiri dari 10-20% air, 60-70% mineral tulang, dan sisanya kolagen, namun tulang juga mengandung sejumlah kecil zat lain seperti protein dan garam anorganik. Komposisi komponen mineral tulang dapat diperkirakan berupa hidroksiapatit (HA), yaitu gabungan kalsium dan fosfat dengan rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2.

Pada ujung tulang pipa terdapat bentuk pemuaian untuk menyambung dengan tulang lainnya. Pelebaran ujung tulang terdiri dari tulang spons yang disebut epifisis. Bagian tengah antara ujung ekstensi disebut diafisis, yaitu tulang kompak yang di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Di antara epifisis dan diafisis terdapat suatu daerah yang disebut cakra epifisis. Daerah cakra epifisis merupakan bagian yang dapat tumbuh dan bertambah panjang ketika masih dalam masa pertumbuhan.

Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Pada masa perkembangan embrio, kerangka tubuh manusia masih tersusun dari tulang rawan. Tulang rawan atau tulang rawan dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam tulang rawan akan terisi oleh osteoblas (sel pembentuk tulang keras). Osteoblas akan mengisi jaringan di sekitarnya dan membentuk osteosit (sel tulang). Pembentukan sel tulang terjadi secara konsentris atau dari dalam ke luar, setiap sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf serta membentuk sistem Havers. Di dalam tulang terdapat sel osteoklas yang berfungsi menyerap kembali sel-sel tulang yang telah rusak dan hancur. Aktivitas sel osteoklas menghasilkan tulang berlubang. Nantinya, rongga tersebut akan diisi dengan sumsum tulang.

Proses pembentukan tulang disebut osifikasi. Ada dua proses osifikasi, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi intrakartilago. Osifikasi intramembran disebut osifikasi langsung atau osifikasi primer. Proses ini terjadi pada tulang pipih, seperti tengkorak. Pengulangan ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terjadi lagi selamanya. Contoh osifikasi intrakartilago adalah terbentuknya tulang pipa yang menyebabkan panjang tulang bertambah pada cakra epifisis.

Baca Juga: Fungsi Otak

Gangguan Tulang

Berikut beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada tulang, antara lain:

Osteoporosis

Osteoporosis merupakan suatu kondisi berkurangnya kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Rakhitis

Rakhitis merupakan gangguan pertumbuhan tulang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D yang dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga mudah patah.

Osteomalasia

Osteomalacia adalah suatu kondisi dimana tulang tidak dapat mengeras sehingga rentan patah bahkan patah. Penyebab kondisi ini adalah kurangnya komponen pengerasan tulang seperti vitamin D, kalsium atau fosfor.

Osteomielitis

Osteomielitis atau infeksi tulang merupakan peradangan yang terjadi pada tulang yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Tumor Tulang

Tumor tulang adalah suatu kondisi dimana sel-sel pada tulang tumbuh tidak terkendali dan dapat terbentuk benjolan jaringan.

penyakit Paget

Penyakit Paget merupakan kelainan kronis yang menyebabkan tulang tumbuh lebih cepat namun menjadi rapuh sehingga tulang dapat berubah bentuk dan mudah rusak.

Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis Imperfecta (OI) merupakan kelainan genetik dimana struktur tulang tidak sempurna dan rapuh. Kondisi ini diturunkan dari orang tua. Selain patah tulang, kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami kondisi lain seperti melemahnya otot, gigi rapuh, tulang belakang melengkung, dan gangguan pendengaran.

Baca Juga: Fungsi Otak Besar (Serebrum)

Artikel ini membahas tentang pengertian tulang, fungsi, jenis struktur, bentuk dan proses pembentukan tulang pada manusia serta kelainan tulang secara lengkap. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *