Memahami Tindak Pidato – Apa yang dimaksud dengan tindak tutur? Apa fungsi tindak tutur? Apa saja jenis-jenis tindak tutur? Apa yang dimaksud dengan tindak tutur ilokusi? Apa yang dimaksud dengan lokusi ilokusi dan perlokusi? Apa perbedaan antara pembicara dan mitra tutur?

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas materi tindak tutur mulai dari pengertian tindak tutur menurut para ahli, sejarah, fungsi, aspek dan jenis tindak tutur secara lengkap.


Baca Juga : Pengertian Bahasa

Isi

bersembunyi

1
Memahami Tindak Pidato

2
Pengertian Tindak Pidato Menurut Para Ahli

2.1
Austin (dalam Leech, 1993:280)

2.2
Cohen (dalam Hornberger dan McKay: 1996)

2.3
Yule (1996)

2.4
Chaer dan Leonie (2010:50)

2.5
Chaer (2004:16)

2.6
Searle (dalam Rusminto, 2010:22)

3
Syarat Sahnya Tindak Pidato

4
Aspek Situasi Pidato

4.1
Mitra Penurut dan Bicara

4.2
Konteks Pidato

4.3
Tujuan Pidato

4.4
Bentuk Tindakan atau Kegiatan

4.5
Produk Tindakan Verbal

5
Fungsi Tindak Pidato

6
Jenis-Jenis Tindak Pidato

6.1
Kisah Lokusi

6.2
Tindakan Ilokusi

6.3
Tindakan Perlokusi

6.4
Pernyataan

6.5
Komisif

6.6
Ekspresif

6.7
Pengarahan

6.8
Perwakilan

Memahami Tindak Pidato

Pengertian tindak tutur adalah seluruh komponen bahasa dan nonbahasa yang mencakup keutuhan tindak bahasa yang melibatkan partisipan dalam percakapan, penyampaian pesan, topik, dan konteks. Dengan kata lain, tindak tutur juga diartikan sebagai narasi atau dalam bahasa Inggris “speech act”.

Singkatnya, makna tindak tutur atau tata bahasa tutur merupakan salah satu bidang pragmatik yang paling dominan, oleh karena itu keduanya berkaitan erat satu sama lain. Secara umum tindak tutur dan pragmatik membahas makna tuturan sesuai dengan konteksnya.


Sejarah teori tindak tutur pertama kali diperkenalkan pada tahun 1959 oleh seorang profesor Universitas Harvard bernama JL Austin.

Pengertian Tindak Pidato Menurut Para Ahli

Austin (dalam Leech, 1993:280)

Pemahaman bahwa tuturan merupakan suatu bentuk tindakan dan bukan sekedar sesuatu dalam dunia tutur atau tindak tutur, itulah fungsi bahasa sebagai alat tindakan.


Cohen (dalam Hornberger dan McKay: 1996)

Makna tindak tutur merupakan suatu kesatuan fungsional dalam komunikasi.

Yule (1996)

Pengertian tindak tutur adalah suatu tindakan yang dilakukan melalui tuturan.

Chaer dan Leonie (2010:50)

Pengertian tindak tutur adalah suatu gejala yang bersifat individual, bersifat psikologis dan kelangsungannya ditentukan oleh kemampuan berbahasa penutur dalam menghadapi situasi tertentu.

Chaer (2004:16)

Tindak tutur juga diartikan sebagai gejala-gejala individual yang bersifat psikologis dan berlangsung ditentukan oleh penutur dalam menghadapi situasi tertentu.


Searle (dalam Rusminto, 2010:22)

Tindak tutur merupakan suatu teori yang mengkaji makna bahasa berdasarkan hubungan antara tuturan dengan tindakan yang dilakukan oleh penuturnya.

Syarat Sahnya Tindak Pidato

Berdasarkan pendapat Austin (1962:26-36), ada empat syarat sahnya suatu tindak tutur, antara lain:

  • Ada prosedur konversi yang mempunyai efek biasa dan prosedur ini harus melibatkan pengucapan kata-kata tertentu oleh pembicara dalam kondisi tertentu.
  • Dalam hal tertentu, pembicara dan acara tertentu harus layak melaksanakan prosedur ini.
  • Peserta menjalankan prosedur dengan benar.
  • Peserta melaksanakan prosedur secara lengkap.

Baca Juga : Pengertian Majas

Aspek Situasi Pidato

Ada 5 aspek situasi tutur menurut Leech, antara lain:

Mitra Penurut dan Bicara

Aspek ini berkaitan dengan tingkat keakraban, jenis kelamin, sosial ekonomi, latar belakang, usia dan lain sebagainya.

Konteks Pidato

Konteks tuturan mencakup semua aspek fisik yang relevan dari tuturan tersebut. Pada hakikatnya konteks tuturan didasarkan pada pemahaman tentang pengetahuan penutur dan lawan bicaranya.

Tujuan Pidato

Dalam menyampaikan pidato, penutur tentu mempunyai maksud dan tujuan yang pasti. Tuturan yang berbeda-beda dapat menyampaikan maksud atau tujuan yang sama, sedangkan maksud atau tujuan yang berbeda-beda dapat menyampaikan tuturan yang sama.

Bentuk Tindakan atau Kegiatan

Tata bahasa memproses berbagai elemen linguistik. Pragmatik berkaitan dengan tindakan verbal dalam situasi tertentu. Tuturan merupakan obyek yang jelas dan nyata dari penutur dan lawan bicaranya serta tempat dan waktu pada saat tuturan itu disampaikan.

Produk Tindakan Verbal

Ucapan merupakan salah satu bentuk tindakan verbal. Misalnya “Apakah rambutmu tidak terlalu pendek?”, contoh ini dapat diartikan sebagai perintah atau pertanyaan.

Fungsi Tindak Pidato

Fungsi tindak tutur antara lain (Tarigan: 2015):

Imajinatif

Fungsi ini berarti tuturan berfungsi untuk menciptakan gagasan atau sistem yang bersifat khayal atau imajinatif.

Heuristik

Artinya tuturan digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan mempelajari seluk beluk lingkungan sekitar dan terkadang disampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban.

Pribadi

Artinya tuturan berfungsi untuk mengungkapkan reaksi, emosi, dan perasaan pribadi yang mendalam.

Interaksional

Artinya tuturan berfungsi menjalin dan mempererat hubungan antara penutur dan mitra tutur.

Baca Juga : Pengertian Semiotika

Representatif

Artinya tuturan berfungsi menyampaikan pernyataan, fakta dan pengetahuan, menjelaskan dan melaporkan serta memberikan gambaran nyata.

Peraturan

Artinya tuturan berfungsi sebagai alat untuk mengatur perilaku individu.

Instrumental

Artinya tuturan memberikan jasa untuk mengelola lingkungan dan menyebabkan terjadinya peristiwa tertentu.

Jenis-Jenis Tindak Pidato

Menurut Austin, terdapat 3 (tiga) klasifikasi tindak tutur antara lain:

Kisah Lokusi

Pengertian tindak tutur lokusi adalah suatu jenis tindak tutur yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata dan makna kalimat sesuai dengan makna kalimat dalam kamus atau kaidah sintaksis. Fokus lokusi adalah pada makna ujaran atau kata-kata yang diucapkan, bukan pada maksud dan tujuan ujaran tersebut. Identifikasi tindak tutur lokusi paling mudah dilakukan karena tidak menafsirkan konteks tuturan.

Contoh tindak tutur lokusi antara lain “Indra memainkan biola”, tuturan ini hanya bermaksud memberitahukan sesuatu tanpa adanya kecenderungan untuk melakukan sesuatu atau mempengaruhi penuturnya.

Tindakan Ilokusi

Pengertian tindak tutur ilokusi adalah suatu jenis tindak tutur yang mempunyai makna tersembunyi sehingga mitra tutur melakukan suatu tindakan tertentu yang diinginkan penuturnya. Identifikasi tindak tutur ilokusi adalah menceritakan atau melakukan sesuatu berdasarkan maksud dan daya tuturan penutur.

Tindak tutur jenis ini sulit diidentifikasi karena berkaitan dengan kesiapan penutur, siapa mitra tuturnya, kapan dan di mana tindak tutur tersebut dilakukan dan sebagainya.

Contoh tindak tutur ilokusi antara lain “udara dingin”. Maksud penutur mengucapkan kalimat ini adalah meminta lawan bicara mematikan kipas angin/AC atau meminta menutup jendela dan pintu.

Tindakan Perlokusi

Pengertian tindak tutur adalah suatu jenis tindak tutur yang diutarakan penutur yang sering menimbulkan akibat atau pengaruh terhadap mitra tuturnya. Timbulnya dampak atau pengaruh tersebut bisa disengaja maupun tidak disengaja.

Ada beberapa verba yang menjadi tanda tindak tutur perlokusi, antara lain menarik perhatian, memalukan, menyenangkan, menakutkan, menjengkelkan, memotivasi, berbohong, membujuk dan lain-lain. Contoh tindak tutur perlokusi antara lain:
“Ada setan!”
“Semuanya sehat, Tuan”

Baca Juga : Pengertian Semantik

Menurut Searle, terdapat 5 (lima) jenis tindak tutur, antara lain:

Pernyataan

Pengertian tindak tutur deklarasi adalah suatu jenis tindak tutur yang bertujuan untuk menciptakan suatu status atau hal lain yang baru bagi penuturnya. Nama lain dari tindak tutur deklarasi adalah isbati.

Tujuan tindak tutur deklaratif meliputi memaafkan, memaafkan, menunjuk, mengklasifikasikan, mengizinkan, mengabulkan, melarang, membatalkan, memutuskan, mengesankan.

Contoh tindak tutur deklarasi antara lain “Aku memaafkanmu”.

Komisif

Pengertian tindak tutur komisif adalah jenis tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melakukan apa yang dituturkannya, seperti menyatakan komitmen, mengancam, dan mengumpat janji.

Contoh tindak tutur komisif antara lain “kalau besok pagi tidak hujan, saya akan ke rumahmu untuk bermain”.

Ekspresif

Pengertian tindak tutur ekspresif adalah suatu jenis tindak tutur yang bertujuan untuk mengevaluasi sesuatu yang ada dalam tuturan penuturnya. Nama lain tindak ekspresif adalah tindak tutur evaluatif.

Jenis tindak tutur evaluatif antara lain mengkritik, menyalahkan, memuji, menyanjung, memberi selamat, mengeluh dan berterima kasih.

Contoh tindak tutur ekspresif antara lain “Selamat atas penghargaan yang anda terima”.

Pengarahan

Pengertian tindak tutur direktif adalah suatu jenis tindak tutur yang bertujuan agar lawan bicaranya melakukan tindakan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh penuturnya. Nama lain tindak tutur direktif adalah tindak tutur impositif. Konsep tindak tutur direktif sering digunakan oleh guru ketika mengajar siswanya.

Tujuan tindak tutur direktif antara lain memberi petunjuk, menantang, memohon, mendesak, memerintahkan, menuntut, menyuruh, menyarankan, memaksa, mengajak dan meminta.

Contoh tindak tutur direktif antara lain “segera kumpulkan tugas matematikamu”, tuturan ini dimaksudkan agar lawan bicara melakukan apa yang dituturkan penutur yaitu mengumpulkan tugas matematika tersebut.

Perwakilan

Pengertian tindak tutur representatif adalah jenis tindak tutur yang menuntut kebenaran apa yang dikatakan oleh pengikutnya. Tindak tutur representatif disebut juga tindak tutur asertif.

Tindak tutur representatif ini meliputi berspekulasi, menyebutkan, bersaksi, melaporkan, menunjukkan, mengakui, menuntut dan menyatakan. Contoh tindak tutur representatif antara lain “Indra selalu menjadi juara kelas”, kalimat ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan penutur terikat pada kebenaran isi kalimat.

Baca Juga : Pengertian Sintaks

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian tindak tutur menurut para ahli, sejarah, fungsi, aspek dan jenis tindak tutur secara lengkap. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *