Contoh Suaka Margasatwa – Apa yang dimaksud dengan suaka margasatwa? Apa tujuan dari suaka margasatwa? Sebutkan perbedaan suaka margasatwa, cagar alam, dan taman nasional! Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian suaka margasatwa secara lengkap, ciri-ciri, tujuan dan contoh suaka margasatwa di Indonesia.

Baca juga : Memahami Konservasi

Isi

bersembunyi

1
Memahami Suaka Margasatwa

2
Ciri-ciri Suaka Margasatwa

3
Tujuan Suaka Margasatwa

4
Manfaat Suaka Margasatwa

5
Perbedaan Suaka Margasatwa, Cagar Alam, dan Taman Nasional

6
Contoh Suaka Margasatwa

Memahami Suaka Margasatwa

Yang dimaksud dengan suaka margasatwa adalah kawasan hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas seperti keanekaragaman dan/atau jenis satwa yang khas sehingga perlu dilindungi atau dibina demi kelangsungan hidup satwa tersebut di habitatnya. Yang dimaksud dengan suaka margasatwa adalah tempat penangkaran satwa langka dan terancam punah.


Secara umum peruntukan kawasan suaka margasatwa diperuntukkan bagi habitat satwa liar yang mempunyai nilai kekayaan, budaya, pengetahuan, dan kebanggaan bangsa.

Berdasarkan UU No. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri-ciri khusus dengan keunikan dan/atau keanekaragaman jenis satwa untuk menunjang kelangsungan hidupnya pada habitatnya.


Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, suaka margasatwa adalah suaka margasatwa yang khusus memberikan perlindungan terhadap satwa liar.

Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam menyatakan bahwa suaka margasatwa adalah kawasan yang dilindungi oleh negara.


Ciri-ciri Suaka Margasatwa

Berikut beberapa ciri-ciri suaka margasatwa, antara lain:

  • Berdasarkan letak astronomisnya, suaka margasatwa yang terletak di sekitar garis khatulistiwa dicirikan oleh satwa endemik berupa satwa tropis. Sedangkan suaka margasatwa yang terletak jauh dari garis khatulistiwa memiliki ciri khas satwa subtropis. Fauna khas suaka margasatwa di Indonesia antara lain harimau, gajah dan lain sebagainya.
  • Berdasarkan suasana tersebut, suaka margasatwa ini didirikan karena adanya permasalahan lingkungan yang memunculkan keinginan untuk melestarikan satwa langka akibat cuaca yang tidak dapat diprediksi akibat pencemaran global. Contoh suaka margasatwa atmosferik di Indonesia termasuk konservasi komodo di Pulau Komodo.

Baca juga : Pengertian Taman Nasional

  • Berdasarkan hidrologi, suaka margasatwa diciptakan untuk melestarikan satwa air yang terancam punah seperti hiu putih dan lain sebagainya.
  • Berdasarkan geologinya, suaka margasatwa ini tercipta karena adanya pergerakan geologi seperti berpindahnya harimau jawa dari lereng Gunung Slamet ke Way Kambas, Lampung akibat pergerakan vulkanik dari Gunung Slamet yang berbahaya bagi harimau.
  • Berdasarkan sosial ekonomi, suaka margasatwa dijadikan sebagai tempat rekreasi sehingga dapat memajukan perekonomian negara.

Tujuan Suaka Margasatwa

Tujuan ditetapkannya kawasan suaka margasatwa antara lain:

  • Lindungi hewan langka dari pemburu.
  • Melakukan konservasi terhadap satwa langka agar dapat bertahan hidup di habitatnya.
  • Mengembangbiakkan hewan-hewan yang mulai langka agar tidak mengalami kepunahan.
  • Untuk dijadikan kawasan konservasi satwa langka.
  • Memelihara ekosistem tertentu secara keseluruhan.
  • Sebagai sarana penunjang penelitian, pengetahuan, pendidikan, budidaya dan rekreasi.
  • Menjadi salah satu aset negara di bidang pariwisata.

Manfaat Suaka Margasatwa

Manfaat konservasi suaka margasatwa antara lain:

  • Sebagai jaminan hidup bebas bagi hewan langka.
  • Sebagai tempat tinggal hewan-hewan tertentu.
  • Perlindungan terhadap hewan langka dari pemburu liar dapat dijamin.
  • Pengawasan terhadap suatu jenis satwa jauh lebih baik karena sudah ditentukan batas wilayahnya.
  • Digunakan sebagai sarana pendidikan dan ilmu pengetahuan, tempat rekreasi serta tempat penelitian populasi hewan.

Perbedaan Suaka Margasatwa, Cagar Alam, dan Taman Nasional

Suaka Margasatwa merupakan kawasan yang digunakan untuk melindungi, merawat, dan mengembangbiakkan satwa langka yang hampir punah, misalnya badak jawa, harimau sumatera, gajah dan lain-lain.


Cagar alam adalah kawasan yang digunakan untuk melindungi secara ketat ekosistem, fauna, dan flora unik di habitat aslinya. Sedangkan taman nasional merupakan kawasan yang hampir sama dengan cagar alam, hanya saja taman nasional masih dapat dikunjungi untuk keperluan observasi, rekreasi, dan pendidikan.

Baca juga : Memahami Keanekaragaman Hayati

Contoh Suaka Margasatwa

Berikut beberapa contoh suaka margasatwa yang ada di Indonesia, antara lain:

  • Suaka Margasatwa Lore Lindu, suaka margasatwa ini melindungi satwa seperti babi rusa, rusa dan anoa.
  • Suaka Margasatwa Pulau Baun, yang melindungi hewan seperti burung cendrawasih.
  • Suaka Margasatwa Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Wae Wuul dimana suaka margasatwa ini melindungi satwa seperti komodo.
  • Suaka Margasatwa Ujung Kulon. dimana suaka margasatwa ini melindungi satwa seperti rusa dan badak jawa.
  • Suaka Margasatwa Gunung Leuser, dimana suaka margasatwa ini melindungi satwa seperti gajah, badak sumatera, dan kera.
  • Suaka Margasatwa Buton Utara, dimana suaka margasatwa ini melindungi satwa seperti anoa, kera buton, kuskus, maleo senkawor dan rusa.

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian suaka margasatwa secara lengkap, ciri-ciri, tujuan dan contoh suaka margasatwa di Indonesia. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *