Memahami Timbal Balik – Apa yang dimaksud dengan timbal balik? Apa saja macam-macam bentuk timbal balik? Berikan contoh timbal balik!

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian timbal balik menurut para ahli, istilah, jenis dan contohnya secara lengkap.


Baca Juga: Pengertian Kolaborasi

Isi

bersembunyi

1
Memahami Timbal Balik

2
Pengertian Timbal Balik Menurut Para Ahli

2.1
Dalton

2.2
Polanyi (1998)

3
Persyaratan Timbal Balik

4
Jenis-Jenis Timbal Balik dan Contohnya

4.1
Tanggung Jawab Umum

4.2
Responsivitas Simbolis

4.3
Daya Tanggap yang Sebanding

4.4
Responsif Negatif

Memahami Timbal Balik

Secara etimologis, istilah reciprocity berasal dari kata bahasa Inggris “reciprocity” yang berarti hubungan timbal balik yang saling menguntungkan satu sama lain, baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok dalam masyarakat.

Pengertian timbal balik adalah suatu bentuk pertukaran yang dihasilkan dari hubungan sosial timbal balik yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam masyarakat guna menciptakan jaringan sosial yang langgeng.


Selain itu, terdapat banyak definisi timbal balik dalam berbagai bidang antara lain:

Pengertian timbal balik dalam sosiologi adalah pertukaran barang/jasa yang nilainya setara.


Pengertian timbal balik dalam politik adalah kesepakatan untuk saling memberi dan menerima.

Pengertian timbal balik dalam ilmu sosial adalah pertukaran barang/jasa secara timbal balik yang diperkirakan memiliki nilai yang sama.

Yang dimaksud dengan timbal balik dalam hubungan internasional adalah keinginan negara untuk dapat memberlakukan yurisdiksi wajib.

Yang dimaksud dengan timbal balik dalam asas hukum adalah asas timbal balik atau pembalasan. Umumnya berlaku pada hak dan kewajiban suatu negara terhadap negara lain.


Pengertian Timbal Balik Menurut Para Ahli

Dalton

Yang dimaksud dengan timbal balik adalah pola pertukaran sosial ekonomi yang terjadi dalam masyarakat sebagai akibat terbentuknya kewajiban sosial yang dilakukan oleh kelompok/individu yang bekerja sama.

Polanyi (1998)

Yang dimaksud dengan timbal balik adalah pertukaran timbal balik yang dilakukan masyarakat antar individu maupun antar kelompok dalam lingkungan sosial yang telah dibangun.

Persyaratan Timbal Balik

Berikut syarat-syarat terjadinya timbal balik dalam masyarakat, antara lain:

Eksistensi Pola Hubungan Dalam Masyarakat

Dengan adanya pola hubungan dalam masyarakat maka terbentuklah kerjasama baik antar individu, antar kelompok atau individu dengan kelompok. Agar kerja sama tetap berjalan tanpa adanya penyimpangan maka diperlukan kontrol sosial.

Terdapat hubungan timbal balik yang saling memberikan keuntungan

Hubungan timbal balik ini dapat berupa hak dan kewajiban yang simetris atau sejajar.

Baca Juga : Pengertian Simbiosis

Berlangsung Lama

Dalam hubungan sosial, timbal balik tentu tidak terjadi secara cepat karena memerlukan proses yang membuatnya bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Jenis-Jenis Timbal Balik dan Contohnya

Berikut ini macam-macam jenis timbal balik, antara lain:

Tanggung Jawab Umum

Yang dimaksud dengan generalized reciprocity adalah kerjasama yang dibentuk untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan yang sedang dihadapi namun tidak ada aturan khusus kapan kerjasama tersebut berakhir. Contoh timbal balik yang umum adalah mengunjungi tetangga/orang yang sakit.

Responsivitas Simbolik

Yang dimaksud dengan resiprositas simbolis adalah suatu bentuk kerja sama yang membangun kekuatan untuk melakukan transaksi sosial dan ekonomi, namun hal ini akan menyebabkan munculnya suatu identitas tanpa adanya kepentingan terhadapnya. Contoh timbal balik simbolik antara lain gotong royong dalam menjaga lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat desa/kota, dimana hal tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan individu.

Daya Tanggap yang Sebanding

Yang dimaksud dengan timbal balik berimbang adalah timbal balik yang dibangun sebagai hasil pertukaran sosial yang dapat memperkirakan hak dan kewajiban dalam kerjasama. Contoh daya tanggap

Ciri-ciri terbentuknya daya tanggap yang sebanding meliputi norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, dan transaksi sosial yang kesemuanya itu digunakan agar kerjasama dapat bertahan lama. Contoh timbal balik yang sebanding adalah transaksi jual beli barang/jasa.

Responsif Negatif

Yang dimaksud dengan negative reciprocity adalah hubungan timbal balik yang menimbulkan perbedaan nilai tukar akibat pengaruh luar. Contoh timbal balik negatif antara lain memberikan hutang dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga : Pengertian Interaksi Sosial

Demikian artikel selengkapnya membahas tentang pengertian timbal balik menurut para ahli, istilah, jenis dan contohnya. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *