Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara – Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi? Apa saja teori pertumbuhan ekonomi? Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi? Bagaimana mengukur pertumbuhan ekonomi?

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas materi pertumbuhan ekonomi mulai dari pengertian pertumbuhan ekonomi menurut para ahli, ciri-ciri, teori, indikator, faktor-faktor yang mempengaruhi dan cara mengukur pertumbuhan ekonomi secara lengkap.


Baca juga: Pengertian Status Sosial Ekonomi

Isi

bersembunyi

1
Memahami Pertumbuhan Ekonomi

2
Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

2.1
Budiono (1994)

2.2
Sadono Sukirno

2.3
anggota parlemen Todaro

2.4
Prof Simon Kuznet

3
Karakteristik Pertumbuhan Ekonomi

4
Teori Pertumbuhan Ekonomi

4.1
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

4.2
Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik

4.3
Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

5
Indikator Pertumbuhan Ekonomi

5.1
Pendapatan Nasional Riil

5.2
Pendapatan Per Kapita Riil

5.3
Kesejahteraan Penduduk

5.4
Jumlah Pekerjaan dan Pengangguran

6
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

6.1
Tanah dan Sumber Daya Alam

6.2
Kualitas Populasi dan Tenaga Kerja

6.3
Barang Modal dan Teknologi

6.4
Sikap Masyarakat dan Sistem Sosial

7
Bagaimana Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Memahami Pertumbuhan Ekonomi

Pengertian pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses perubahan perekonomian suatu negara yang berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu sehingga kondisi perekonomian negara tersebut menjadi lebih baik.

Pengertian pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan kapasitas perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pendapatan nasional.


Pertumbuhan ekonomi juga diartikan sebagai peningkatan kemampuan suatu negara dalam menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan penduduknya dalam jangka panjang.

Pertumbuhan ekonomi adalah besarnya kenaikan pendapatan nasional secara agregat atau kenaikan output dalam jangka waktu tertentu, umumnya dalam satu tahun.


Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan suatu negara dalam suatu periode.

Jika pemerintah mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah dapat segera merencanakan pembangunan dan juga pendapatan negara.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Budiono (1994)

Pengertian pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses pertumbuhan output per kapita dalam jangka panjang yang terjadi jika terdapat kecenderungan peningkatan output per kapita yang bersumber dari proses internal perekonomian yaitu kekuatan-kekuatan yang ada dalam perekonomian, bukan dari luar dan bersifat sementara atau dengan kata lain bersifat self-generating, artinya proses pertumbuhan tersebut menciptakan kekuatan atau momentum untuk melanjutkan pertumbuhan pada periode berikutnya.

Sadono Sukirno

Pengertian pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan perekonomian yang terjadi dari tahun ke tahun. Maka untuk mengetahuinya perlu dilakukan perbandingan pendapatan nasional dari tahun ke tahun atau sering diartikan dengan laju pertumbuhan ekonomi.


anggota parlemen Todaro

Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai suatu proses stabil dimana kapasitas produksi perekonomian meningkat dari waktu ke waktu sehingga pendapatan nasional yang diperoleh meningkat.

Baca Juga: Pengertian Elastisitas Ekonomi

Prof Simon Kuznet

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kemampuan suatu negara dalam menyediakan berbagai barang ekonomi bagi penduduknya dalam jangka panjang. Pertumbuhan kemampuan ini sejalan dengan kemajuan teknologi serta perlunya penyesuaian kelembagaan dan ideologi.

Karakteristik Pertumbuhan Ekonomi

Ciri-ciri atau ciri-ciri pertumbuhan ekonomi suatu negara antara lain:

  • Pertumbuhan penduduk dan produk per kapita yang pesat.
  • Perubahan struktural yang cepat.
  • Peningkatan produktivitas.
  • Terjadi urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  • Ada pembangunan di negara-negara maju.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Ada beberapa teori yang membahas tentang pertumbuhan ekonomi, berikut rinciannya:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Ada beberapa tokoh dalam teori ekonomi klasik, antara lain Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Robert Malthus.

Berdasarkan pendapat Adam Smith, perekonomian akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan jika jumlah penduduk bertambah sehingga terjadi spesialisasi dan jangkauan pasar semakin luas.

Sedangkan menurut David Ricardo, jika pertumbuhan penduduk terlalu besar maka akan banyak tenaga kerja namun upah menurun sehingga mengakibatkan perekonomian menjadi stagnan.

Sebaliknya, Thomas Robert Malthus menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk yang besar mengakibatkan kurangnya ketersediaan pangan sehingga penduduk dapat hidup berkecukupan.

Baca Juga : Pengertian Orientasi Pasar

Para ekonom klasik berpendapat bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, antara lain:

  • Jumlah penduduk.
  • Jumlah barang modal.
  • Besarnya kekayaan alam dan luas daratan.
  • Teknologi yang digunakan.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik

Teori ini berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi bergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi. Tokoh-tokoh dalam teori pertumbuhan ekonomi neo klasik antara lain Harrod Domar, Schumpeter dan Robert Solow.

Berdasarkan pendapat Horrad Domar, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil, syarat yang harus dipenuhi adalah pembentukan modal.

Menurut Schumpeter, kemampuan kewirausahaan menentukan pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan menurut Robert Solow, pertumbuhan ekonomi dan tingkat output dipengaruhi oleh modal/tabungan, tenaga kerja/penduduk dan teknologi. Jika ketiga faktor tersebut semakin tinggi maka akan semakin tinggi pula hasilnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Teori pertumbuhan ekonomi ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi secara bertahap. Teori ini pertama kali berkembang di Jerman. Tokoh-tokoh dalam teori pertumbuhan ekonomi antara lain Frederich List, Werner Sombart, Walt Whitman Rostow dan Karl Bucher.

Menurut Frederich List, munculnya pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari proses produksi manusia.

Sedangkan berdasarkan pendapat Werner Sombart, keberadaan ideologi dan struktur dalam masyarakat menyebabkan munculnya tahapan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian Walt Whitman Rostow menyatakan bahwa ada lima tahap pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Berdasarkan pendapat Karl Bucher, beliau menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara didasarkan pada hubungan antara produsen dan konsumen.

Baca Juga : Pengertian Nilai Uang

Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Berikut beberapa indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara, antara lain:

Pendapatan Nasional Riil

Pendapatan nasional riil digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam jangka waktu yang lama. Jika pendapatan riil suatu negara meningkat dibandingkan periode sebelumnya, maka dikatakan negara tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi.

Pendapatan Per Kapita Riil

Apabila penduduknya mengalami peningkatan pendapatan dari waktu ke waktu, maka suatu negara dapat dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi.

Kesejahteraan Penduduk

Kesejahteraan materiil yang dialami penduduk secara berkelanjutan dalam jangka panjang mengalami peningkatan mulai dari distribusi barang dan jasa (pendapatan per kapita) ke seluruh pelosok tanah air, menunjukkan telah terjadi peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh di seluruh wilayah. negara.

Jumlah Pekerjaan dan Pengangguran

Apabila suatu negara telah menggunakan tenaga kerjanya secara maksimal atau dapat dikatakan kesempatan kerja di negara tersebut penuh jika persentase pengangguran tidak lebih dari 4% maka dapat dikatakan negara tersebut merupakan negara berkembang.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, antara lain:

Tanah dan Sumber Daya Alam

Nilai ekonomi yang tinggi dan sumber daya yang melimpah akan memudahkan suatu negara dalam mengembangkan perekonomiannya dibandingkan dengan negara yang sumber daya alamnya tidak mencukupi.

Kualitas Populasi dan Tenaga Kerja

Peningkatan kualitas tenaga kerja dan jumlah penduduk akan menciptakan dorongan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan produksi nasional di suatu negara.

Barang Modal dan Teknologi

Jika jumlah barang modal bertambah maka jumlah produksi yang dihasilkan juga akan meningkat.

Jika teknologi yang digunakan dalam produksi semakin canggih, maka produksi akan semakin efisien, akan tercipta barang modal baru dan juga akan terciptanya barang berkualitas dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Baca Juga: Pengertian Ketimpangan Pendapatan

Sikap Masyarakat dan Sistem Sosial

Sikap masyarakat yang hemat dan menabung untuk investasi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Bagaimana Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan membandingkan, misalnya ukuran nasional, Produk Nasional Bruto (GNP), tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.

Tolok ukur dalam praktik pertumbuhan ekonomi adalah Produk Nasional Bruto (GNP) dan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Bruto (PDB).

  • Fungsi Produk Nasional Bruto (GNP) adalah sebagai alat untuk mengukur besarnya output produksi perekonomian nasional yang dimiliki oleh warga negara dalam negeri atau warga negara di luar negeri.
  • Fungsi Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sebagai alat untuk mengukur besarnya keluaran produksi dalam suatu negara, baik yang dihasilkan oleh warga negara sendiri maupun warga negara asing.

Berikut rumus menghitung pertumbuhan ekonomi:

Informasi:
Tahun t = tahun dimana pertumbuhan ekonomi dihitung
PDB t = pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan
PDB t-1 = PDB sebelum perubahan

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian pertumbuhan ekonomi menurut para ahli, ciri-ciri, teori, indikator, faktor-faktor yang mempengaruhi dan cara mengukur pertumbuhan ekonomi secara lengkap. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *