Memahami Manajemen Kinerja – Apa yang dimaksud dengan manajemen kinerja? Apa tujuan manajemen kinerja? Apa saja tahapan manajemen kinerja?

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian manajemen kinerja secara lengkap, tujuan, manfaat, prinsip dan tahapan proses manajemen kinerja.


Baca Juga: Pengertian Manajemen Administrasi

Isi

bersembunyi

1
Memahami Manajemen Kinerja

2
Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

2.1
Castello (1994)

2.2
Bacal (1999)

2.3
Schwarz (1999)

2.4
Armstrong (2004)

3
Tujuan Manajemen Kinerja

3.1
Tujuan Strategis

3.2
Tujuan Administratif

3.3
Tujuan Pembangunan

4
Manfaat Manajemen Kinerja

5
Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

6
Proses Manajemen Kinerja

6.1
Memasukkan

6.2
Proses

6.3
Keluaran

6.4
Keuntungan

Memahami Manajemen Kinerja

Pengertian manajemen kinerja adalah kegiatan untuk menjamin tercapainya tujuan organisasi secara konsisten, efektif dan efisien.

Manajemen kinerja atau manajemen kerja mampu memusatkan perhatian pada kinerja suatu organisasi/perusahaan, departemen, karyawan bahkan proses produksi dan bidang lainnya.


Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

Castello (1994)

Yang dimaksud dengan manajemen kinerja adalah landasan dan kekuatan pendorong di balik berbagai keputusan organisasi, upaya kerja, dan alokasi sumber daya.

Bacal (1999)

Pengertian manajemen kinerja adalah suatu proses komunikasi berkelanjutan yang dilakukan secara kemitraan antara pegawai dengan atasannya. Proses ini mencakup kegiatan untuk membangun harapan dan pemahaman yang jelas terhadap pekerjaan yang akan dilakukan.


Schwarz (1999)

Manajemen kinerja diartikan sebagai gaya manajemen yang didasarkan pada komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan mengenai pencapaian tujuan, pemberian umpan balik dari manajer kepada karyawan dan sebaliknya dari karyawan kepada manajer, sama halnya dengan penilaian kinerja.

Armstrong (2004)

Arti manajemen kinerja adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk mencapai keberhasilan organisasi yang berkelanjutan dengan meningkatkan kinerja karyawan dan mengembangkan kemampuan tim dan kontribusi individu.

Tujuan Manajemen Kinerja

Tujuan umum manajemen kerja meliputi:

Tujuan Strategis

Menghubungkan aktivitas karyawan/pegawai dengan tujuan perusahaan/organisasi. Dalam menjalankan strategi ini perlu didefinisikan pencapaian hasil, perilaku dan karakteristik pegawai yang diperlukan untuk menjalankan strategi, mengembangkan sistem pengukuran dan umpan balik terhadap kinerja pegawai.


Tujuan Administratif

Informasi manajemen kinerja khususnya evaluasi kinerja digunakan dalam pengambilan keputusan administratif, review, promosi, pemberhentian pegawai dan lain-lain.

Tujuan Pembangunan

Manajemen kinerja ini mampu mengembangkan kapasitas pegawai yang sukses di bidang pekerjaannya, memberikan pelatihan bagi yang mempunyai kinerja kurang baik dan menempatkannya sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Krisis

Selain itu, tujuan khusus manajemen kinerja adalah:

  • Meningkatkan kinerja berkelanjutan.
  • Meningkatkan komitmen dan motivasi bagi karyawan.
  • Mengembangkan kemampuan individu pegawai.
  • Meningkatkan kemampuan kerja individu pegawai.
  • Mencapai potensi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan organisasi.
  • Mendorong perubahan yang lebih berorientasi pada pekerjaan.
  • Menunjukkan bagaimana seseorang menghargai karyawannya.
  • Memberikan dukungan inisiatif manajemen mutu yang komprehensif.
  • Mempertahankan karyawan yang mempunyai kinerja baik.
  • Memberdayakan karyawan.
  • Sebagai dasar pemberian imbalan/gaji.
  • Memberikan kriteria pengukuran kinerja karyawan.
  • Membuat kesepakatan rencana pengembangan antara manajer dan karyawan.
  • Berfokus pada kompetensi dan atribut yang dibutuhkan.
  • Memberikan kerangka kesepakatan target kerja.

Manfaat Manajemen Kinerja

Berdasarkan pendapat Wibowo (2010), manajemen kinerja tidak hanya bermanfaat bagi organisasi dan manajer tetapi juga bermanfaat bagi anggota organisasi.

Manfaat manajemen kinerja bagi organisasi antara lain:

  • Selaraskan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu.
  • Meningkatkan kinerja.
  • Memberikan dukungan terhadap program perubahan budaya.
  • Memberikan dukungan untuk kualitas total dan inisiatif layanan pelanggan.
  • Menahan karyawan agar tidak meminta pindah atau berhenti bekerja.
  • Merencanakan dasar perencanaan karir.
  • Rencanakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan.
  • Meningkatkan keterampilan.
  • Meningkatkan proses pelatihan dan pengembangan.
  • Berikan dukungan untuk nilai-nilai inti.
  • Tingkatkan komitmen.
  • Memberikan dorongan kepada karyawan.

Manfaat manajemen kinerja bagi manajer atau atasan antara lain:

  • Kembangkan kerangka kerja sehingga tingkat kinerja dan kompetensi dapat ditinjau.
  • Memberikan dorongan dan mengembangkan tim.
  • Memberikan dukungan kepada pimpinan.
  • Mengembangkan kemampuan individu.
  • Mengembangkan landasan yang dapat membantu pegawai yang kinerjanya rendah.
  • Memberikan imbalan non-finansial kepada staf.
  • Meningkatkan kinerja tim dan individu.
  • Memberikan kesempatan untuk penggunaan waktu yang berkualitas.
  • Mengklasifikasikan kinerja dan ekspektasi perilaku.

Manfaat manajemen kinerja bagi individu antara lain:

  • Untuk mengembangkan tujuan dan rencana peningkatan kinerja.
  • Sebagai landasan objektivitas dan kejujuran dalam mengukur kinerja.
  • Sebagai kesempatan untuk menggunakan waktu Anda dengan baik.
  • Membantu mengembangkan kemampuan dan kinerja.
  • Memberikan motivasi dan dukungan untuk kinerja yang lebih baik.
  • Memberikan kejelasan tentang peran dan tujuan.

Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

Prinsip dasar manajemen kinerja suatu perusahaan/organisasi antara lain:

  • Mendapatkan umpan balik (umpan balik)
  • Komunikasi dua arah terjadi.
  • Konstan (terus menerus)
  • Ada kesepakatan (konsensus) dan kerja sama
  • Ada rumusan tujuan.
  • Ada rasa kasihan.
  • Rasanya ingin bermain.
  • Tanggung jawab.
  • Memberikan layanan.
  • Hargai kejujuran.

Baca Juga: Manajemen Personalia

Proses Manajemen Kinerja

Tahapan manajemen kinerja meliputi:

Memasukkan

Manajemen kinerja memerlukan berbagai masukan yang harus dikelola agar dapat saling bersinergi untuk mencapai tujuan organisasi. Input tersebut terdiri dari sumber daya manusia (SDM), modal, material, peralatan dan teknologi serta metode dan mekanisme kerja.

Manajemen kinerja memerlukan masukan berupa ketersediaan kemampuan sumber daya manusia, baik individu maupun tim. Terwujudnya kemampuan sumber daya manusia berupa pengetahuan, keterampilan dan kompetensi. Sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja dan hasil kerja. Sedangkan kompetensi diperlukan agar SDM mempunyai kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga dapat memberikan kinerja terbaik yang dimilikinya.

Proses

Manajemen kinerja dimulai dengan merencanakan bagaimana menetapkan tujuan yang diharapkan di masa depan dan mengatur berbagai sumber daya dan aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Rencana yang telah disiapkan untuk mencapai tujuan dipantau dan kemajuannya diukur. Penilaian dan peninjauan ulang dilakukan untuk memeriksa dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan apabila terdapat penyimpangan dari rencana. Manajemen kinerja memastikan saling menghormati kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses kinerja. Prosedur dalam pengelolaan kinerja dilakukan secara jujur ​​untuk meminimalisir kerugian yang dialami individu.

Selain itu, proses pengelolaan kinerja dilakukan secara transparan terutama bagi masyarakat yang terkena dampak dari keputusan yang ada dan masyarakat mendapatkan peluang berdasarkan dasar pengambilan keputusan tersebut.

Keluaran

Output merupakan hasil langsung dari kinerja organisasi, baik berupa barang maupun jasa. Hasil kerja yang dicapai organisasi harus dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan. Outputnya bisa lebih besar atau lebih rendah dari tujuan yang telah ditetapkan. Apabila terdapat penyimpangan maka akan dijadikan umpan balik dalam perencanaan tujuan kedepan dan pelaksanaan kinerja yang telah dilaksanakan.

Keuntungan

Selain memperhatikan output, manajemen kinerja juga perlu memperhatikan manfaat hasil kerja. Dampak hasil kerja dapat berdampak positif bagi organisasi, misalnya karena keberhasilan individu dalam mewujudkan prestasinya berdampak pada meningkatnya motivasi sehingga kinerja organisasi terus meningkat. Namun dampak keberhasilan seseorang dapat bersifat negatif, apabila karena keberhasilannya ia menjadi sombong sehingga akan menjadikan suasana kerja dalam organisasi menjadi tidak kondusif.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Keuangan

Demikianlah artikel yang membahas tentang pengertian manajemen kinerja secara lengkap, tujuan, manfaat, prinsip dan tahapan proses manajemen kinerja. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *