Fungsi Faring (Tenggorokan). – Apa yang dimaksud dengan faring? Apa fungsi faring? Apa fungsi laring dan faring? Apa itu faring laring dan trakea? Bagaimana fungsi laring? Apa fungsi laring, trakea, dan bronkus?

Baca Juga : Fungsi Laring

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian faring secara lengkap, fungsinya, strukturnya, kelainan dan penyakit pada faring.


Isi

bersembunyi

1
Definisi Faring

2
Fungsi Faring

3
Struktur Faring

3.1
Lapisan Mukosa

3.2
Lapisan Berserat

3.3
Lapisan Otot (Otot)

4
Bagian dari Faring

4.1
Nasofaring

4.2
Orofaring

4.3
Laringofaring

5
Gangguan dan Penyakit pada Faring

5.1
Faringitis

5.2
Kanker Nesofaring

Definisi Faring

Faring (faring) merupakan saluran pernafasan yang berbentuk seperti tabung berbentuk kerucut yang dimulai dari belakang hidung dan rongga mulut hingga bagian sebelum trakea dan esofagus. Bagian awal hingga akhir faring menjadi menyempit sehingga menyerupai corong. Faring termasuk dalam sistem pernapasan dan juga sistem pencernaan. Nama lain dari faring adalah tenggorokan atau faring.

Faring adalah bagian belakang dan atas tenggorokan. Faring juga diartikan sebagai bagian atas tenggorokan yang merupakan cabang dari dua saluran, yaitu saluran pencernaan (orofaring) yang menghubungkan mulut-tenggorokan dan saluran pernafasan (nesofaring) yang menghubungkan hidung-tenggorokan.


Fungsi Faring

Fungsi faring atau tenggorokan antara lain:

  • Berperan dalam sistem pernafasan, sistem pencernaan dan juga dalam proses berbicara (suara).
  • Sebagai saluran makanan dari mulut menuju kerongkongan (sistem pencernaan)
  • Sebagai filter, pengatur tekanan juga dapat mengatur kelembaban udara yang masuk (sistem pernafasan)
  • Mengatur tekanan udara antara lingkungan di dalam telinga dan lingkungan di luar tubuh.

Struktur Faring

Struktur dinding faring tersusun atas tiga lapisan utama antara lain:


Lapisan Mukosa

Sifat lapisan ini kuat dan elastis, pada lapisan ini terdapat epitel yang mempunyai sel goblet yang menghasilkan lendir atau cairan kental. Lendir ini berfungsi melindungi dinding faring.

Lapisan Berserat

Lapisan fibrosa merupakan jaringan yang kuat dan sedikit elastis. Jaringan fibrosa terdiri dari serat kolagen.

Lapisan Otot (Otot)

Otot pada lapisan otot adalah otot sirkular (melingkar) dan otot memanjang (longitudinal). Kontraksi kedua otot ini akan memindahkan makanan ke bagian pencernaan selanjutnya.

Bagian dari Faring

Berikut ini bagian-bagian anatomi faring, antara lain:


Nasofaring

Nasofaring merupakan bagian faring yang terletak di bagian belakang rongga hidung. Nosofaring hanya bisa dilewati udara. Lebar dan panjang nasofaring berkisar antara 2-4 cm. Terdapat 2 struktur penting yang terdapat pada nosofaring, yaitu:

Baca juga: Mekanisme Pernapasan pada Manusia

  • saluran Eustachius, yaitu struktur yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring. Fungsi saluran eustachius adalah mengatur tekanan udara di telinga dan lingkungan luar tubuh. Selang tersebut hanya akan terbuka saat menelan, bersin, menguap, atau menggerakkan rahang pada posisi tertentu. Sepertiga ke arah telinga merupakan struktur tulang, sedangkan dua pertiga lainnya ke arah nasofaring merupakan tulang rawan (lunak).
  • Amandel Adenoid (Faring)., yaitu massa berlobus berupa jaringan limfoid yang terletak di langit-langit mulut. Fungsi amandel adenoid adalah untuk melawan bakteri atau organisme berbahaya yang masuk melalui hidung dan mulut, selain itu juga dapat menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi.

Orofaring

Orofaring merupakan bagian faring yang berada di belakang rongga mulut. Orofaring dapat dilalui udara dan makanan sehingga berperan dalam sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Selain itu, orofaring memiliki katup yang disebut epiglotis. Fungsi epiglotis adalah mengatur makanan agar tidak masuk ke saluran pernafasan. Saat menelan makanan, epiglotis akan menutup saluran pernapasan dan saat bernapas, epiglotis akan membuka saluran pernapasan. Pada dinding lateral atau samping kanan dan kiri terdapat tonsil palatina yang merupakan kumpulan jaringan limfatik. Fungsi amandel adalah untuk melindungi terhadap infeksi.

Laringofaring

Yang dimaksud dengan laringofaring atau hipofaring adalah bagian paling akhir dari faring. Laringofaring dapat dilewati udara dan makanan. Laringofaring dilapisi dengan sel epitel skuamosa berlapis. Laringofaring merupakan tempat bertemunya saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saat Anda menelan makanan, makanan tersebut akan masuk ke saluran pencernaan dan pada saat itulah saluran pernafasan akan menutup. Oleh karena itu, saat kita makan kita tidak bisa menelan sambil bernapas.

Gangguan dan Penyakit pada Faring

Berikut beberapa kelainan dan penyakit pada faring atau tenggorokan, antara lain:

Faringitis

Pengertian faringitis adalah peradangan pada faring. Kondisi ini sering disebut dengan radang tenggorokan. Gejala faringitis meliputi tenggorokan sakit dan gatal serta kesulitan menelan. Umumnya penyebab faringitis antara lain infeksi virus dan bakteri.

Kanker Nesofaring

Pengertian kanker nasofaring adalah salah satu jenis kanker tenggorokan yang terjadi pada lapisan luar nasofaring.

Baca Juga: Sistem Pernafasan Manusia

Demikian artikel pembahasan lengkap mengenai pengertian faring, fungsi, struktur, kelainan dan penyakit pada faring. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *