Fungsi Esofagus (Tenggorokan) – Apa itu kerongkongan dan fungsinya? Apa yang dimaksud dengan kerongkongan? Di manakah letak kerongkongan? Apa fungsi kerongkongan pada manusia? Otot apa yang bekerja di kerongkongan tengah? Apa saja tanda dan gejala refluks esofagitis?

Baca Juga: Fungsi Faring

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian esofagus, fungsi, struktur, serta kelainan dan penyakit pada esofagus secara lengkap.


Isi

bersembunyi

1
Memahami Kerongkongan

2
Fungsi Esofagus

3
Struktur Kerongkongan

3.1
Lapisan Serous

3.2
Lapisan Otot

3.3
Lapisan Submukosa

3.4
Lapisan Mukosa

4
Bagian dari Kerongkongan

5
Gangguan dan Penyakit Kerongkongan

5.1
Esofagitis

5.2
Kanker Kerongkongan

Memahami Kerongkongan

Pengertian esofagus atau yang lebih dikenal dengan esofagus merupakan bagian dari organ pencernaan. Letak esofagus atau kerongkongan adalah setelah faring dan sebelum lambung dan juga menempel pada trakea.

Kerongkongan juga diartikan sebagai organ pencernaan yang berbentuk seperti tabung berotot, dimana fungsi kerongkongan adalah membawa makanan dari mulut menuju lambung. Kerongkongan mendorong makanan melalui gerakan akibat kontraksi otot. Pergerakan kontraksi otot pada kerongkongan untuk mendorong makanan ke depan disebut gerak peristaltik.


Panjang kerongkongan atau tenggorokan orang dewasa mencapai 23-25 ​​cm dengan lebar sekitar 2 cm.

Menelan adalah proses membawa makanan dari mulut ke lambung dengan kombinasi gerakan otot dan refleks dari tiga organ sistem pencernaan termasuk kerongkongan. Berikut tiga fase menelan pada manusia, antara lain:


  • Fase Lisanyaitu fase dimana makanan yang dikunyah di dalam mulut akan didorong ke bagian belakang faring dengan adanya gerakan otot lidah.
  • Fase Faringyaitu fase dimana makanan yang masuk merangsang uvula untuk menutup rongga hidung dan epiglotis akan menutup saluran pernafasan sehingga makanan tidak masuk ke faring bawah menuju kerongkongan.
  • Fase Esofagusyaitu fase masuknya makanan dan merangsang gerakan peristaltik yang akan membawa makanan menuju sfingter lambung dan masuk ke lambung. Setelah itu, makanan akan dicerna dan disimpan sementara di dalam lambung.

Fungsi Esofagus

Fungsi utama kerongkongan atau tenggorokan adalah membawa makanan, cairan, dan air liur dari mulut ke hati. Di kerongkongan, proses menggulung makanan terjadi melalui gerakan peristaltik.

Struktur Kerongkongan

Struktur kerongkongan atau tenggorokan tersusun atas empat lapisan dinding, antara lain:

Lapisan Serous

Lapisan serosa merupakan lapisan terluar esofagus yang terdiri dari pembuluh darah, limfe, dan saraf. Di kerongkongan, lapisan ini adalah jaringan ikat. Lapisan serosa memiliki rongga-rongga kecil tempat keluarnya cairan serosa yang berfungsi sebagai pelumas pergerakan otot.

Lapisan Otot

Lapisan otot pada esofagus merupakan lapisan otot polos yang bekerja tanpa disengaja. Terdapat dua jenis serabut otot, yaitu serabut otot memanjang (longitudinal) dan serabut otot sirkular (melingkar). Kontraksi kedua jenis otot ini akan menimbulkan gerakan peristaltik usus yang berfungsi memecah makanan dan membawa makanan tersebut ke organ pencernaan berikutnya.


Baca Juga : Fungsi Laring

Lapisan Submukosa

Lapisan submukosa esofagus merupakan lapisan jaringan ikat longgar yang berisi pembuluh darah, getah bening, saraf, dan kelenjar lendir. Pembuluh darah pada lapisan submukosa esofagus berperan penting dalam mendistribusikan makanan yang diserap.

Lapisan Mukosa

Lapisan mukosa esofagus terdiri dari sel epitel berlapis datar berlapis dan jaringan ikat tipis. Lapisan mukosa mempunyai sel goblet yang dapat menghasilkan lendir. Dalam keadaan normal, kerongkongan tidak tahan terhadap asam lambung yang bersifat asam sehingga akan terasa nyeri atau terbakar bila asam lambung naik ke mukosa esofagus/tenggorokan.

Bagian dari Kerongkongan

Secara struktur jaringan esofagus, esofagus terbagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  • Bagian superior (1/3 bagian atas esofagus), sebagian besar otot-otot penyusun esofagus bagian superior merupakan otot rangka, dimana otot rangka tersebut bekerja secara sadar/dapat dikontrol.
  • Bagian tengah (2/3 tengah esofagus), terdiri dari campuran otot rangka dan otot polos.
  • Bagian inferior (3/3 bagian bawah esofagus), otot-otot yang menyusun bagian inferior merupakan otot polos yang bekerja tanpa sadar atau tidak dapat dikendalikan.

Gangguan dan Penyakit Kerongkongan

Berikut kelainan dan penyakit yang terjadi pada esofagus atau kerongkongan, antara lain:

Esofagitis

Pengertian esofagitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan esofagus. Esofagitis dapat menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan serta nyeri di dada.

Kanker Kerongkongan

Pengertian kanker esofagus adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada esofagus. Ada dua jenis kanker esofagus, yaitu kanker sel skuamosa dan adenokarsinoma.

Kanker sel skuamosa adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel yang membentuk permukaan kerongkongan. Sedangkan adenokarsinoma merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada sel penghasil lendir.

Baca juga: Mekanisme Pernapasan pada Manusia

Demikianlah artikel lengkap membahas tentang Pengertian Kerongkongan, Fungsinya, Struktur dan Gangguan serta Penyakit Kerongkongan. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *