Memahami Altruisme – Pernahkah Anda mendengar tentang altruisme? Apa itu altruisme? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian altruisme menurut para ahli, ciri-ciri dan faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme secara lengkap.

Baca juga : Memahami Empati

Isi

bersembunyi

1
Memahami Altruisme

2
Pengertian Altruisme Menurut Para Ahli

2.1
Sears dkk (1994)

2.2
Santrock (1995)

2.3
Baron dan Byrne (2005)

2.4
Nashori (2008)

2.5
Glasman dkk (2009)

2.6
Myers (2012)

2.7
Taufik (2012)

3
Ciri-ciri Altruisme

4
Faktor yang Mempengaruhi Altruisme

4.1
Faktor internal

4.2
Faktor eksternal

Memahami Altruisme

Secara etimologis, istilah altruisme berasal dari berbagai bahasa, antara lain bahasa Spanyol “Autrui” yang berarti orang lain, bahasa Latin “Alter” yang berarti orang lain, dan bahasa Inggris “altruism” yang berarti mendahulukan orang lain.


Tokoh yang pertama kali menggunakan istilah ini adalah Auguste Comte. Menurutnya, motif seseorang memberikan bantuan ada 2, yaitu egois dan altruistik. Selfish help ditujukan agar penolong mengambil keuntungan dari pihak yang dibantunya. Sedangkan pertolongan altruistik ditujukan kepada penolong untuk kepentingan pihak yang diberi pertolongan.

Secara umum pengertian altruisme adalah kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa mempedulikan diri sendiri. Perilaku altruistik berfokus pada dorongan untuk memberikan bantuan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun.


Altruisme juga diartikan sebagai bentuk keikhlasan dalam memberikan bantuan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Pengertian Altruisme Menurut Para Ahli

Sears dkk (1994)

Pengertian altruisme adalah tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa pamrih yang dilakukan oleh individu atau kelompok.


Santrock (1995)

Pengertian altruisme adalah kecenderungan tanpa pamrih untuk memberikan bantuan kepada orang lain.

Baca juga : Memahami Simpati

Baron dan Byrne (2005)

Altruisme adalah perasaan peduli tanpa mengutamakan diri sendiri untuk membantu orang lain.

Nashori (2008)

Altruisme adalah tindakan seseorang atau sekelompok orang untuk membantu orang lain tanpa pamrih kecuali mereka telah melakukan sesuatu yang baik.

Glasman dkk (2009)

Altruisme diartikan sebagai konsep membantu orang lain berdasarkan manfaat yang akan diperoleh di masa depan dan dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan untuk membantu orang lain.


Myers (2012)

Pengertian altruisme adalah motif untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri.

Taufik (2012)

Altruisme adalah bantuan yang diberikan secara murni dan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan apa pun dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri.

Ciri-ciri Altruisme

Ada beberapa ciri-ciri seseorang yang altruistik, antara lain (Myers, 2012):

  • Miliki rasa empati dalam diri Anda.
  • Dapat mengendalikan diri secara internal
  • Memiliki ego yang rendah, ia tidak egois dengan mengutamakan dirinya sendiri namun ia mengutamakan orang lain.
  • Percaya bahwa ada keadilan di dunia, di mana ia percaya bahwa yang salah akan dihukum dan yang benar akan diberi pahala. Orang yang mempunyai keyakinan yang kuat terhadap keadilan dunia akan terdorong untuk membantu orang lain.
  • Memiliki tanggung jawab sosial, dimana dia akan membantu orang yang membutuhkan bantuannya.

Selain itu aspek altruisme pada individu antara lain (Dayakisni dan Hudaniyah, 2003):

  • Kerja sama. Seseorang yang memiliki sifat altruistik akan lebih suka melakukan sesuatu secara bersama-sama agar dapat bersosialisasi dan pekerjaannya lebih cepat selesai.
  • Membantu. Seseorang yang memiliki sifat altruistik senang memberikan bantuan kepada orang lain dan juga memberikan hal-hal yang bermanfaat.
  • Kejujuran. Seseorang yang memiliki sifat altruistik mengutamakan kejujuran terhadap dirinya sendiri.
  • Kemurahan hati. Seseorang yang memiliki sifat altruistik, mau membantu dan bermurah hati kepada orang lain.

Baca juga : Memahami Toleransi

Faktor yang Mempengaruhi Altruisme

Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi altruisme seseorang terhadap orang lain, yaitu:

Faktor internal

Hal ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang untuk bertindak altruistik, antara lain:

  • Ada rasa empati yang memotivasi dirinya untuk membantu orang lain dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri.
  • Adanya nilai agama dan nilai moral dalam diri seseorang.
  • Ada faktor pribadi dan situasional dimana seseorang akan lebih memilih untuk membantu orang yang disukainya, mempunyai kesamaan, membutuhkan bantuan dan lain sebagainya.
  • Ada rasa tanggung jawab sosial yang tertanam dalam dirinya sehingga mau membantu tanpa pamrih.
  • Tergantung mood, dimana dia akan membantu jika moodnya sedang bagus.
  • Ada norma itikad baik dimana kita harus membantu orang yang telah memberikan bantuan kepada kita.

Faktor eksternal

Hal ini merupakan faktor yang memberikan dorongan terhadap altruisme yang datang dari luar diri seseorang. Faktor-faktor ini meliputi:

  • Ia kebetulan berada di tempat yang sama dengan orang yang membutuhkan pertolongan atau kebetulan sedang sendirian sehingga ia harus menolong orang tersebut.
  • Meminta bantuan orang lain memicu diri Anda sendiri untuk membantu.
  • Jika ada tekanan waktu, biasanya orang yang punya waktu luang akan memberikan bantuan dan orang yang terburu-buru cenderung mengabaikannya.
  • Kemampuan yang dimilikinya, dimana jika dia merasa bisa membantu maka dia akan membantu, jika tidak maka dia tidak akan membantu.

Baca juga : Memahami Sikap Anti-Sosial

Demikian artikel selengkapnya membahas pengertian altruisme menurut para ahli, ciri-ciri dan faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *