asuransi perjalanan asuransi mobil terbaik asuransi mobil asuransi bni pendidikan asuransi kesehatan keluarga asuransi kesehatan kumpulan asuransi kesehatan nasional asuransi kesehatan pemerintah asuransi kesehatan untuk keluarga asuransi online asuransi pendidikan anak terbaik asuransi pendidikan bringin life investasi asuransi terbaik lembaga pendidikan asuransi indonesia makalah asuransi pendidikan

Pendidikan di Indonesia Mematikan Kreativitas Anak

Posted on

infogtk.id – Sahabat Info GTK banyak asumsi pemikiran sebagai seorang pendidik beranggapan Pendidikan di Indonesia Mematikan Kreativitas Anak, seperti kita ketahui pendidikan Indonesia dalam sejarahnya memang selalu naik turun, kadang di atas puncak mengalahkan negara-negara di kawasan ASEAN terutama pada tahun 80-an. Kadang juga turun merosot tajam diperingkat paling buncit.

Para pengamat menilai, degradasi pendidikan Indonesia disebabkan salah satunya oleh lemahnya pengembangan peserta didik yang sangat jauh dari capaian-capain awal historis. Secara tak langsung, masalah ini mengakibatkan munculnya beberapa masalah serius terhadap para peserta didik. Masalah tersebut kemudian yang mematikan kreatifitas siswa hingga pada titik nadir, apakah yang melatar belakangi kemunculan masalah ini. Berikut Info GTK paparkan alasannya.

Ketidak Tahuan Pendidik dalam Memahami Bakat Siswanya.

Tak kenal maka tak sayang sebetulnya bukan saja suatu istilah yang biasa dipakai muda-mudi untuk melakukan PDKT, jauh dari itu tak kenal maka tak sayang sejatinya merupakan suatu prasarat wajib yang harus dipenuhi pada guru.

Untuk mengenal siswa secara mendalam, baik untuk mengenal bakat dan kelemahan siswa, atau sisi kebribadian lain yang bisa dijadikan objek proses pembelajaran.

Perlu dibutuhkan sikap ingin tahu dari guru terhadap murid, baik itu melalui rutin mengadakan konseling, atau dialog interaktif yang dapat menjadia media curhat bagi para peserta didik.

Beberapa Masalah Pembelajaran yang Dapat Menghilangkan Kreatifitas Siswa

Selama ini, terutama dalam konteks pendidikan Indonesia, kedekatan murid dan guru sudah amat terlalu jauh sekali. Peserta didik akan cenderung melupakan guru ketika sudah berada di luar sekolahan.

Kurangnya kedekatan inilah yang membuat guru tidak tahu, unsur kebribadian dari siswa mana yang bisa memunculkan kreatifitas dan sekiranya dapat dikembangkan.

Guru Tak Menemukan Metode Pembelajaran Baru

Suatu ilmu pengetahuan memang berjalan lambat, pengajaran suatu teori tidak bergerak cepat, jika teori Darwinisme dianggap teori falasi belakangan ini. Maka butuh bertahun tahun-tahun setidaknya untuk mengeliminasi teori ini. Berbanding terbalik dengan metode pembelajaran yang harus direvisi setiap saat, karena metode berkaitan erat dengan kebutuhan perkembangan siswa . Maka guru dituntut untuk selalu mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan zamanya. Munculnya era digital sekarang ini, guru harus pintar memadukan antara teknologi digital dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan.

Pembelajaran Tidak Berpusat Pada Murid

Pembelajaran model ceramah satu arah sudah lama dinilai sebagai model pembelajaran yang memiliki sejumlah kelemahan serius. Memang pembelajaran model ini akan meminimalisir kesalahan pada penyampai materinya, karena gurulah yang menjadi pelaku utama dalam pentransferan pelajaran kepada murid.

Namun, ada kerugian yang didapat dari pada penggunaan metode ini. Terutama akan mematikan kreatifitas peserta dididik yang kemudian cenderung pasif. Peserta didik kemudian seolah-olah menjadi semacam kerbau yang dicucuk hidungnya, menerima saja cermahan penyampaian dari guru tanpa mendebatnya, atau mengomentarinya yang biasa ditemui seperti pada model pembelajaran kerja kelompok, maupun pada small class diskution.

Tidak Terdapat Wadah Untuk Mengekperiskan Diri

Sebenarnya kalau kita mau mengamati dengan jeli, peserta didik banyak memiliki bakat yang terpendam disana-sini. Ada yang pintar menulis cernak, puisi, bahkan novel. Selain bakat aspek kepenulisan, juga ada bakat lainya yang lebih banyak seperti melukis, photograpy dan lain sebagainya.

Sayangnya belum banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang mempunyai fasilitas memadahi untuk membina bakat-bakat tersembunyi seperti itu. Berbanding terbalik misalnya seperti di sekolah-sekolah Singapura. Dimana banyak sekali ditemukan fasilitas berupa ruangan redaksi untuk menampung anak-anak yang suka menulis kemudian di terbitkan dalam majalah. Dukungan untuk menggodok bakat menggambar serta melukis untuk para peserta didik juga ada, terutama lewat ruang multimedia yang memiliki perlengkapan lengkap dalam menggambar.

Sahabat Info GTK demikianlah paparan tentang Pendidikan di Indonesia Mematikan Kreativitas Anak, semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan terdepan dalam segala bidang.

Comments

comments

Gravatar Image
Internet Marketer - Praktisi Toko Online - Operator Dapodik Sekolah di SD Negeri Periuk 5 Kota Tangerang - Berbagi Informasi Melalui Wadah infogtk.id

Leave a Reply