asuransi perjalanan asuransi mobil terbaik asuransi mobil asuransi bni pendidikan asuransi kesehatan keluarga asuransi kesehatan kumpulan asuransi kesehatan nasional asuransi kesehatan pemerintah asuransi kesehatan untuk keluarga asuransi online asuransi pendidikan anak terbaik asuransi pendidikan bringin life investasi asuransi terbaik lembaga pendidikan asuransi indonesia makalah asuransi pendidikan

Opini Benarkah Guru Tak Bisa Membuat Soal Berkualitas

Posted on

Infogtk.id – Sahabat Info GTK menjalani profesi sebagai guru bukanlah hal mudah, terlebih untuk mereka yang mengabdi di tingkat pendidikan dasar, semua wajib dipelajari. Belakang timbul Opini Benarkah Guru Tak Bisa Membuat Soal Berkualitas. Patut dicermati, selama ini guru itu tidak bisa membuat soal. Tidakmenutup kemungkinan guru dilarang membuat soal dari LKS atau bimbel.

Kebanyak seorang guru banyak yang belum mampu membuat soal yang berkualitas. Banyak dan mudahnya berbagai macam fasilitas ini lah yang membuat seorang tiidak terbiasa menyusun soal. Pihak provinsi atau institusi tertentu seperti lembaga bimbingan belajar yang selama ini membuat soal bahkan guru juga terbiasa membuat soal dari lembaran kerja siswa (LKS), jadi bukan murni guru sendiri yang membuatnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy Mayoritas Guru tak Bisa Bikin Soal

Opini Benarkah Guru Tak Bisa Membuat Soal Berkualitas

Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengemukakan ini jelas sangat tidak sesuai dengan tugas pokok guru yang bertanggung jawab mengevaluasi siswa. Dengan adanaya kegiatan  ujian sekolah berstandar nasional (USBN), agar seorang guru dapat mengambil peranan kembali yang selama ini hilang. Tahun lalu sudah diadakan pelatihan membuat soal dan evaluasi.

“Bayangkan, selama ini guru itu tidak bisa membuat soal. Jadi nanti tidak boleh lagi guru mengambil soal dari LKS atau bimbel. Guru harus membuat soal. Soalnya kemudian juga dibimbing agar lebih berkualitas. Jadi konteksnya untuk guru terkait USBN seperti itu,” kata Muhadjir.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, soal USBN nantinya 10 persen berbentuk esai. Adanya soal esai diharapkan dapat menaikkan dan mengoptimakan secara bertahap standar evaluasi dan standar kompetensi siswa. Dengan demikian para siswa bisa memiliki kemampuan 4 C, yakni critical thinking, collaboration, communication skill, dan creativity and innovation.

Tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menaikkan porsi penysunan soal 10 persen soal esai itu menjadi 20 persen pada tahun berikutnya sesuai hasil evaluasi. Kisi-kisi dari Kemendikbud yang dapat dijadikan bahan oleh guru dalam menyusun soal. Sehingga guru bisa menyiapkan soal, bukan sekadar mencari soal dari lembar kerja siswa atau lembaga bimbingan belajar.

”Tidak boleh guru tidak bisa membuat alat evaluasi atau alat evaluasinya mencontek ada dibuatkan ke pihak lain. Itu sama saja yang digunakan oleh guru yang hasil karya orang lain itu berarti tidak cocok dengan seharusnya,” kata Muhadjir.

Sahabat Info GTK memang sudah seharusnya sebagai seorang guru untuk lebih meningkatkan kualitas agar segala bentuk informasi yang kita sampaikan kepada siswa bisa menjadi lebih berbobot guna menjadikan kualitas yang lebih baik.

Comments

comments

Gravatar Image
Internet Marketer - Praktisi Toko Online - Operator Dapodik Sekolah di SD Negeri Periuk 5 Kota Tangerang - Berbagi Informasi Melalui Wadah infogtk.id

Leave a Reply