Kriteria ketercapaian bukanlah standar inti yang harus dipenuhi oleh setiap siswa, dan beberapa aspek dibawah ini perlu Anda ketahui.

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran bertujuan untuk mencerminkan proses pembelajaran dan mendiagnosa tingkat penguasaan kompetensi siswa sehingga guru dapat memperbaiki proses pembelajaran dan/atau memberikan intervensi pembelajaran yang tepat bagi siswa.

Setiap siswa mungkin memiliki kriteria keberhasilan yang berbeda-beda, dalam hal ini Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran  menjadi sumber informasi atau data yang memungkinkan guru melakukan perubahan pada tahap pembelajaran selanjutnya sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Tujuan pembelajaran

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah daftar pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Mereka terdaftar dalam urutan pembelajaran, yang merupakan persyaratan Capaian Pembelajaran (CP)

Rumusan tujuan pembelajaran terdiri dari

  1. Aspek Kognitif (mengingat, mengetahui, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta) dan pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif)
  2. Perilaku yang mengarah pada kecakapan hidup seperti keterampilan kritis, kreatif, komunikasi, dan keterampilan hidup umum
  3. Profil pelajar Pancasila (keimanan, kebhinekaan global, gotong royong, kreativitas, berpikir kritis dan kemandirian)

Komponen Tujuan Pembelajaran

Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa melalui produk atau presentasi (nyata maupun abstrak) yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tujuan pembelajaran.

Konten mengacu pada informasi dasar atau gagasan utama yang dipelajari siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran.

Variasi Keterampilan berpikir yang perlu dipelajari siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, seperti kemampuan berpikir kreatif, mengevaluasi, menganalisis, menebak, mencipta, dll.

Alur Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah keterampilan yang harus dapat dilakukan oleh peserta pelatihan di akhir fase. CP memiliki 6 fase atau tahapan yang mencakup semua tingkat primer dan sekunder.

Fase tsb : Fase A (kls 1-2), Fase B (kls 3-4) , Fase C (kls 5-6), Fase D (Kls 7-9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kls 11 -12)

Alur tujuan pembelajaran adalah serangkaian tujuan pembelajaran, ditetapkan dengan cara yang masuk akal secara umum, yang mengikuti urutan pembelajaran dari awal hingga akhir fase. Alurnya disusun dalam garis lurus, yang sama dengan urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari demi hari. CP

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4, …, dst.

Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, …, dst.

Isi TP dan ATP adalah sama. ATP dapat menyampaikan informasi tentang aspek metakognitif konseptual hanya jika diurutkan oleh TP atau membuat aliran TP yang diatur.

Menyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Langkah-langkah menyusun KKTP

Dari TP dibuatkan RUBRIK PENILAIAN  langsung dengan 4 atau 5 kriteria sehingga guru dapat melihat seberapa baik siswa melakukannya dan membantu mereka meningkat.

TP menjadi INDIKATOR EVALUASI yang lebih akurat sehingga indikator evaluasi dapat digunakan sebagai ukuran pencapaian.

Menentukan Bentuk Asesmen

Mengidentifikasi jenis-jenis tes TP 10.1 Siswa dapat menulis esai dengan kata-katanya sendiri yang menjelaskan perbedaan dan persamaan nilai-nilai agama, hukum, moral dan etika.

Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1

Dibuat tanya jawab tentang bagaimana menerapkan aturan agama, hukum dan kesopanan (penilaian formatif = mengamati/amati).

Aktivitas 2

Menulis esai tentang persamaan dan perbedaan antara nilai-nilai agama, hukum, kesusilaan dan kesusilaan.

Penilaian sumatif 1 => Tes

Rubrik penilaian:

  1. Memperhatikan keterlibatan siswa
  2. Rubrik penilaian esai
  3. Cara mencetak tes

Kesimpulan

Demikianlah beberapa hal yang bisa anda ketahui dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Agar penilaian formatif berhasil, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Dilakukan bersamaan dengan pembelajaran, setelah itu peserta didik diperlakukan sesuai dengan kebutuhannya dan proses pembelajaran diperbaiki.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai metode seperti observasi, kinerja (hasil, produk, proyek, portofolio) atau tes.
  • Tindak lanjut segera dapat dilakukan dengan memberikan umpan balik atau mengambil tindakan.
  • Pendidik dapat menggunakan alat seperti rubrik, catatan, dan daftar periksa untuk melacak acara kelas.

Saat melakukan asesmen sumatif , penting untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Review dilakukan pada akhir materi untuk melihat apakah tujuan pembelajaran telah tercapai dan pada akhir semester untuk melihat seberapa baik materi yang telah dipelajari.
  • Guru dapat menggunakan berbagai metode seperti portofolio, aktivitas (presentasi, objek, proyek, dan portofolio) dan tes.

Pemantauan hasil sumatif dapat dilakukan melalui umpan balik atau melalui intervensi untuk membantu

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *