Kornea Mata – Apa yang dimaksud dengan kornea mata? Apa fungsi kornea mata? Apa jadinya jika kornea mata rusak? Berapa biaya operasi kornea?

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang kornea mulai dari pengertian lengkap, fungsi, lapisan dan kelainan pada kornea.


Baca Juga: Fungsi Mata

Isi

bersembunyi

1
Pengertian Kornea Mata

2
Lapisan Kornea Mata

2.1
epitel

2.2
Stroma

2.3
Endotelium

3
Gangguan pada Kornea Mata

3.1
Degenerasi Kornea

3.2
Herpes zoster

3.3
Herpes Mata

3.4
Keratitis Kornea

3.5
Abrasi Kornea

3.6
Infeksi Kornea

Pengertian Kornea Mata

Pengertian Kornea adalah bagian depan mata yang transparan dan menutupi iris dan pupil. Jika kornea disentuh, kelopak mata akan menutup secara refleks. Sederhananya, kornea mata merupakan lapisan pelindung mata yang paling luar.

Kornea mata merupakan lapisan bening pada mata yang mengandung berbagai jaringan, namun kornea tidak mempunyai pembuluh darah, sehingga nutrisi kornea diperoleh dari air mata dan aqueous humor.


Fungsi kornea adalah mencegah kotoran dan benda asing serta menyaring sinar UV yang masuk ke mata. Kornea juga merupakan bagian penting pada mata karena menentukan seberapa baik mata fokus pada suatu objek.

Lapisan Kornea Mata

Struktur kornea mata terdiri dari 3 lapisan, antara lain:


epitel

Epitel merupakan lapisan terluar dari kornea. Fungsi epitel adalah mencegah benda asing masuk ke mata, menyerap oksigen dan nutrisi dari air mata.

Stroma

Stroma merupakan lapisan kornea yang berada setelah epitel atau berada di tengah dengan struktur paling tebal. Stroma tersusun atas air dan protein sehingga padat dan elastis.

Endotelium

Endotelium adalah lapisan kornea yang berada di belakang stroma. Fungsi lapisan endotel kornea adalah memompa kelebihan cairan ke dalam stroma. Gangguan fungsi endotel dapat menyebabkan stroma terisi cairan sehingga penglihatan menjadi kabur.

Gangguan pada Kornea Mata

Berikut beberapa penyakit dan kelainan yang dapat terjadi pada kornea mata, antara lain:


Degenerasi Kornea

Pengertian degenerasi kornea adalah penyakit pada kornea yang dapat menyebabkan gangguan berkelanjutan pada struktur kornea. Contoh degenerasi kornea meliputi:

  • Keratoconus adalah penipisan dan perubahan bentuk kornea yang dapat menyebabkan luka dan pembengkakan pada kornea. Pada kondisi yang parah, keratoconus dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Meski secara umum penyebab keratoconus adalah trauma dan faktor genetik, namun kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit lain.
  • Distrofi kornea, yaitu salah satu jenis degenerasi kornea yang dapat menyebabkan kelainan struktural pada kornea. Ada 20 atau lebih jenis kondisi yang merupakan distrofi kornea.

Herpes zoster

Herpes Zoster merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat muncul pada penderita cacar air. Herpes zoster atau herpes zoster dapat menyebabkan luka pada kornea yang dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk mengurangi pembengkakan, dapat digunakan obat antivirus dan obat tetes mata steroid.

Baca Juga: Fungsi Hidung

Herpes Mata

Pengertian herpes mata adalah infeksi virus yang persisten. Penyebab umum herpes mata adalah virus Herpes Simplex I (HSV I). Tanda-tanda umum herpes mata termasuk luka pada kornea. Herpes mata tidak dapat disembuhkan, namun obat antivirus atau obat tetes mata steroid dapat digunakan untuk mencegah perkembangannya.

Keratitis Kornea

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Selain itu, penyebab keratitis mata adalah cedera, termasuk saat menggunakan lensa kontak (softlens). Gejala keratitis kornea antara lain mata merah, berair, penglihatan kabur, nyeri, dan kepekaan berlebihan terhadap cahaya. Pengobatan keratitis kornea antara lain dengan pemberian obat tetes mata antibakteri atau antijamur, pemberian obat anti virus, dan pemberian obat tetes mata steroid.

Abrasi Kornea

Abrasi kornea adalah suatu kondisi terjadinya goresan pada permukaan kornea akibat adanya benda asing seperti debu, butiran pasir atau serangga kecil. Lecet kornea dapat muncul secara tiba-tiba pada usia berapa pun dan saat beraktivitas normal.

Gejala abrasi kornea antara lain sensasi terbakar pada mata, iritasi, nyeri, kemerahan atau berair; gangguan penglihatan; otot-otot di sekitar mata terus bergerak. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berakibat fatal, yaitu kornea bisa rusak secara permanen.

Infeksi Kornea

Gejala infeksi kornea antara lain mata perih, penglihatan kabur, mata berair, mata merah, dan sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Baca Juga: Fungsi Telinga

Artikel ini membahas tentang pengertian, fungsi, lapisan dan kelainan kornea mata secara lengkap. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *