Fungsi Hidung – Apa fungsi hidung? Bagaimana struktur anatomi hidung? Bagaimana cara kerja hidung?

Agar lebih memahaminya kali ini kita akan membahas penjelasan tentang hidung mulai dari pengertian, struktur, anatomi, gambar hidung beserta bagian-bagiannya, fungsi, cara kerja dan kelainan pada hidung secara lengkap.


Baca Juga: Fungsi Telinga

Isi

bersembunyi

1
Definisi Hidung
2
Fungsi Hidung
3
Bagian Hidung
3.1
Lubang hidung
3.2
Bulu hidung
3.3
Septum Hidung
3.4
Rongga hidung
3.5
Saraf Hidung (Saraf Penciuman)
3.6
Sinus Hidung
3.7
Tulang Rawan Hidung
3.8
Bulu mata
3.9
Selaput lendir
3.10
Saluran Hidung-Tenggorokan (Nasofaring)
4
Cara Kerja Hidung
5
Penyakit Hidung
5.1
Hidung tersumbat
5.2
Mimisan (Epistaksis)
5.3
Septum menyimpang
5.4
Polip Hidung

Definisi Hidung

Hidung merupakan bagian wajah yang paling menonjol. Fungsi hidung adalah menghirup udara pernapasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernapasan, selain itu hidung juga berperan dalam resonansi suara.

Hidung merupakan salah satu alat indera manusia yang berperan dalam merespon rangsangan baik berupa bau maupun bahan kimia berupa gas. Rongga hidung memiliki serabut saraf penciuman serta sel penciuman. Setiap sel penciuman mempunyai silia olfaktori atau bulu-bulu halus di ujungnya dan terdapat juga selaput lendir yang fungsinya untuk melembabkan rongga hidung.


Fungsi Hidung

Fungsi hidung antara lain:

  • Sebagai organ pernapasan, ia menyaring udara yang masuk, dimana sebelum udara masuk ke paru-paru, udara di rongga hidung akan dilembabkan dan dihangatkan.
  • Seperti indera penciuman. Hidung dapat mencium bau tertentu karena di dalam hidung terdapat reseptor yang sensitif terhadap partikel bau di udara.
  • Ikut serta dalam pengaturan suara.
  • Sebagai organ pembersih saluran pernafasan.
  • Memberikan rasa pada makanan bekerja sama dengan indra perasa. Tak hanya lidah, hidung juga bisa merasakan makanan atau minuman yang dikonsumsi dan mencium aromanya. Hal inilah yang menyebabkan ketika hidung tersumbat, makanan atau minuman akan terasa kurang nikmat.
  • Berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dimana di dalam hidung terdapat lendir dan silia yang lengket yang akan menyaring udara dan kotoran yang masuk ke dalam hidung sehingga udara bersih masuk ke paru-paru. Oleh karena itu, hidung berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Bagian Hidung

Berikut struktur anatomi hidung, antara lain:


Lubang hidung

Fungsi lubang hidung adalah untuk melindungi hidung dari berbagai ancaman luar dan juga mengatur besar kecilnya benda yang dapat masuk ke dalam hidung. Lubang hidung terhubung langsung dengan rongga hidung. Hidung manusia memiliki dua lubang yang dipisahkan oleh sekat hidung atau disebut septum.

Bulu hidung

Bulu hidung adalah bulu-bulu halus yang ada di hidung. Fungsi bulu hidung adalah menyaring udara yang masuk. Bulu hidung memerangkap kotoran sehingga tidak bisa masuk ke sistem pernafasan lebih jauh.

Septum Hidung

Septum hidung merupakan struktur yang memisahkan hidung menjadi dua bagian, yaitu kiri dan kanan mulai dari lubang hidung hingga awal tenggorokan. Dinding septum hidung dilapisi lendir dan memiliki pembuluh darah sehingga berfungsi melembabkan dan mengatur suhu udara yang masuk. Septum terdiri dari tulang dan tulang rawan.

Rongga hidung

Pada rongga hidung terdapat selaput lendir dan silia (rambut halus). Fungsi utama rongga hidung adalah mengalirkan udara yang masuk ke tenggorokan. Rongga hidung juga dapat menjaga kelembapan, suhu dan tekanan udara. Dalam menjalankan fungsinya, rongga hidung dibentuk oleh tulang tengkorak yang membentuk dinding hidung. Terdapat empat dinding yang saling berhubungan, yaitu dinding inferior (bawah), medial (tengah), superior (atas), dan lateral (samping).


Saraf Hidung (Saraf Penciuman)

Pengertian saraf penciuman adalah salah satu saraf kranial yang terhubung langsung dengan otak. Fungsi saraf penciuman adalah sebagai reseptor utama pada indra penciuman. Saraf ini menerima rangsangan berupa bau yang dibawa bersama udara yang dihirup dan kemudian mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk impuls. Fungsi saraf penciuman akan berhubungan dengan rasa makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Baca Juga: Fungsi Mata

Sinus Hidung

Pengertian sinus adalah suatu struktur berupa rongga yang terletak di sekitar hidung. Ada sebanyak empat pasang sinus pada hidung manusia. Struktur hidung ini sering disebut sinus paranasal. Semua sinus akan bermuara ke rongga hidung. Fungsi sinus hidung adalah untuk melembabkan dan menyaring udara. Berikut 4 (empat) sinus pada hidung, antara lain:

  • Sinus maksilaris, yaitu sinus yang terletak di tulang pipi.
  • Sinus frontal, yaitu sinus yang berada di tengah dahi.
  • Sinus etmoidal, yaitu sinus yang berada di antara kedua mata.
  • Sinus sphenoid, yaitu sinus yang terletak di belakang rongga hidung.

Tulang Rawan Hidung

Tulang rawan di hidung merupakan struktur kuat dan elastis yang membentuk ujung hidung. Bentuk tulang rawan penyusun hidung menentukan bentuk hidung. Tulang rawan pembentuk hidung disebut tulang rawan hialin yang bersifat semi transparan, kuat dan fleksibel. Meski kuat dan elastis, namun jika terkena benturan yang sangat keras, tulang rawan bisa rusak jika terkena benturan yang sangat keras.

Bulu mata

Silia adalah struktur rambut yang sangat halus di hidung. Fungsi silia adalah menyaring udara yang masuk ke dalam hidung.

Selaput lendir

Fungsi selaput lendir pada hidung adalah memproduksi lendir hidung (ingus) sehingga hidung dapat terlindungi dari berbagai kotoran dan bakteri. Lendir hidung yang kering sering disebut dengan mimisan.

Saluran Hidung-Tenggorokan (Nasofaring)

Di bagian belakang hidung terdapat saluran yang menghubungkan dengan tenggorokan. Pada nasofaring terdapat saluran eustachius dan amandel adenoid (faring). Fungsi nasofaring adalah mengatur tekanan udara melalui saluran eustachius dan melindungi terhadap infeksi oleh amandel adenoid.

Cara Kerja Hidung

Komponen penciuman tersusun dari campuran udara dan berbagai komponen gas lain yang berada di luar tubuh. Udara yang dihirup oleh lubang hidung membawa zat kimia berupa bau. Kemudian udara disaring oleh bulu hidung, kemudian bahan kimia yang dibawa akan larut bersama lendir yang ada di rongga hidung. Bahan kimia tersebut akan diterima oleh sel penciuman yang sensitif terhadap rangsangan bau berupa uap atau gas. Informasi rangsangan tersebut akan dibawa oleh saraf penciuman ke otak. Selanjutnya, otak menerjemahkan informasi tersebut sehingga aroma di sekitar Anda dapat tercium.

Penyakit Hidung

Berikut beberapa kelainan pada hidung, antara lain:

Hidung tersumbat

Hidung tersumbat merupakan gangguan hidung paling umum yang ditandai dengan peradangan pada saluran napas akibat pilek dan alergi.

Mimisan (Epistaksis)

Hidung berdarah atau yang sering disebut mimisan merupakan kondisi umum yang terjadi pada anak-anak, namun bisa juga merupakan gejala penyakit serius. Penyebab mimisan antara lain alergi, hidung tersumbat, dan cedera.

Baca Juga: Fungsi Lidah

Septum menyimpang

Deviasi septum merupakan kondisi bengkoknya septum hidung akibat cedera atau cacat lahir. Gejala deviasi septum antara lain hidung berdarah, lubang hidung tersumbat, dan sakit kepala.

Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan non-kanker di hidung atau sinus. Umumnya penyebab polip sinus adalah peradangan kronis.

Artikel ini membahas tentang pengertian lengkap, struktur, anatomi, gambar hidung beserta bagian-bagiannya, fungsi, cara kerja dan kelainan pada hidung. semoga bermanfaat


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *