Guru sebaiknya mengikuti beberapa pelatihan penting agar dapat memiliki beberapa modal awal dalam pengajaran kepada para siswa.

Sebelum dimulainya tahun ajaran berikutnya, Peserta didik dan guru akan mengikuti pelatihan guru pada akhir tahun ini. Hal ini dilakukan agar Peserta didik dan guru merasa lebih siap untuk memulai tahun ajaran baru.

Selain itu, beberapa sekolah mungkin sudah sering menggunakan kurikulum merdeka saat ini. Apa saja yang harus dipelajari guru dalam pelatihan mereka di akhir tahun? Mari kita simak ulasan lengkapnya.

Topik-topik penting untuk pelatihan guru di akhir tahun

Guru, seperti halnya orang tua, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap transformasi siswa, terutama secara moral dan akademik. Agar guru dapat membantu siswa berkembang menjadi manusia yang cerdas, bermoral dan berkompeten yang berkarakter baik, mereka harus memiliki keterampilan, kemampuan dan pengetahuan yang dapat mereka peroleh melalui pendidikan keguruan pada akhir tahun ini.

Pelatihan guru adalah pelatihan yang diterima guru untuk membantu mereka menjadi guru yang baik. Pada akhir tahun ini, siswa akan belajar tentang berbagai bidang pendidikan guru.

Selama pelatihan, Peserta didik dan guru tidak hanya akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru, Peserta didik juga akan bertemu dengan guru lain dari sekolah lain dan menerima sertifikat guru.

Berikut adalah beberapa topik guru yang harus Peserta didik hadiri di akhir tahun.

1. Public Speaking

Walaupun terlihat kecil, kemampuan guru dalam menjelaskan materi secara lisan mempengaruhi seberapa besar minat dan pengetahuan siswa.

Sering kali, guru yang kesulitan menjelaskan sesuatu atau terlalu serius membuat siswanya bosan. Hal ini membuat mereka kurang bersemangat untuk belajar dan kurang mampu memahami apa yang diajarkan kepada mereka. Oleh karena itu, salah satu hal yang harus dipelajari guru di sekolahnya adalah public speaking.

Guru dapat membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami jika mereka memiliki keterampilan berbicara yang baik. Hal ini akan meningkatkan minat siswa untuk belajar.

2. Ice breaking untuk pembelajaran

Ice Breaking adalah bentuk kegiatan yang sering digunakan dalam seminar, rapat, dan situasi belajar mengajar. Tujuan dari metode ini adalah agar masyarakat tidak bosan pada saat kegiatan pembelajaran, seminar atau pertemuan.

Tugas ice breaking dalam pembelajaran dapat menghindarkan siswa dari kebosanan setelah duduk berjam-jam di kelas dan mendengarkan guru menjelaskan materi. Mereka juga dapat membantu siswa menjernihkan pikiran mereka sehingga mereka dapat fokus.

Jika guru masih belum mengetahui cara memunculkan aktivitas ice-breaking di kelas, mereka dapat mempelajari ice-breaking dalam pelatihan guru. Kemudian Peserta didik akan mempelajari pentingnya pemecah es dan cara membuat ice breaking yang menyenangkan.

3. Pengembangan kurikulum

Guru yang masih bingung menggunakan kurikulum merdeka dapat mengikuti pelatihan topik pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah pembuatan atau perencanaan suatu program oleh pengembang kurikulum.

Dalam pelatihan ini, Peserta didik dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang memungkinkan Peserta didik menyiapkan bahan pembelajaran dan referensi berdasarkan program yang dikembangkan untuk mencapai tujuan pelatihan.

Perlu diingat bahwa guru harus mengetahui bagaimana mempersiapkan program ini, sehingga dapat merencanakan pembelajaran di kelas dengan baik.

4. Pedagogik

teknik guru mengajar siswa di abad ke-21 sangat berbeda dengan di masa lalu. Siswa tidak lagi disebut objek di abad ke-21. Sebaliknya, mereka dipandang sebagai pembelajar yang banyak akal dan banyak mengeksplor hal-hal yang mereka pelajari.

Teknologi memungkinkan untuk belajar tidak hanya dari guru dan buku, tetapi juga dari Internet.

Metode pengajaran pedagogis dirancang agar guru lebih memahami siswanya. Pedagogi adalah pekerjaan yang dilakukan guru untuk memahami dan memenuhi kebutuhan siswanya saat mereka menemukan, mengembangkan, dan memilih potensinya melalui pembelajaran yang kritis, kreatif, dan inovatif.

Pelatihan guru dapat membantu Peserta didik mempelajari lebih lanjut tentang metode pengajaran ini. Jadi tidak ada yang salah dengan pendidikan mata pelajaran ini, karena pedagogi saat ini sudah tidak seperti tahun-tahun yang lalu.

Bahkan setelah menerapkan kurikulum independen, metode pengajaran yang Peserta didik dan guru Peserta didik gunakan mungkin perlu diubah untuk mencerminkan cara belajar yang baru.

5. Pengembangan soft skill

Kurikulum Merdeka mengasumsikan bahwa guru dapat membantu siswa meningkatkan hard dan soft skill. Namun masih banyak yang harus dilakukan untuk membantu anak-anak meningkatkan “soft skill” mereka.

Karena tidak semua siswa sadar atau tertarik dengan soft skill mereka. Tapi itu tidak berarti guru tidak dapat membantu mereka mencari tahu apa yang mereka kuasai dan mengembangkannya.

Guru dapat membantu siswa melihat dan mengembangkan potensi mereka dengan lebih baik jika mereka memiliki lebih banyak pelatihan untuk mengembangkan “soft skill” mereka.

6. Keterampilan digital

Bisa dikatakan, teknologi adalah bagian besar dari pembelajaran manusia di abad ke-21. Hal ini baru bisa dirasakan ketika virus Covid-19 menyebar ke seluruh dunia dan memaksa semua orang, termasuk guru dan siswa, melakukan segala sesuatu secara jarak jauh atau online.

Sebaiknya guru perlu untuk mengikuti topik guru tentang literasi digital untuk memahami perubahan teknologi terkini dan pengaruhnya terhadap cara kita mengajar dan belajar. Selain itu, kurikulum Merdeka semakin banyak menggunakan teknologi dalam tugas belajar mengajar.

Topik pelatihan guru literasi digital seperti “PowerPoint Interaktif untuk Presentasi Pembelajaran” atau “Infografis sebagai Alat Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Siswa” dapat membantu Peserta didik mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Demikianlah 6 topik pelatihan yang sebaiknya diikuti oleh para guru. Dalam menghadapi kurikulum merdeka, ada banyak modal/bekal penting yang harus dimiliki guru, sehingga pelatihan-pelatihan diatas dibutuhkan untuk menunjang hal tersebut.

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *