Reaksi kimia tentunya melibatkan berbagai senyawa dengan komposisi atom yang berbeda-beda. Untuk menyatakan komposisi atom suatu senyawa diperlukan rumus kimia. Rumus kimia senyawa sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu rumus empiris dan rumus molekul.

Pengertian Rumus Empiris dan Rumus Molekuler

Rumus kimia berfungsi untuk memudahkan para ilmuwan dalam menyatakan komposisi atom-atom penyusun berbagai senyawa yang ada di bumi. Setiap senyawa kimia mempunyai sistem penulisan dan ciri-ciri senyawa yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, setiap rumus kimia mempunyai nama dengan seperangkat aturan yang telah ditentukan dan disebut tata nama senyawa. Rumus kimia suatu zat akan membantu ilmuwan menuliskan zat apa saja yang bereaksi termasuk hasil reaksinya dalam persamaan reaksi.

Rumus kimia sendiri terbagi menjadi rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris suatu senyawa adalah rumus yang digunakan untuk menuliskan perbandingan terkecil jumlah atom unsur-unsur penyusun senyawa tersebut.

Sedangkan rumus molekul suatu senyawa adalah rumus yang digunakan untuk menyatakan jumlah sebenarnya atom dalam molekul senyawa tersebut. Rumus molekul dapat ditulis sama dengan rumus empiris.

Rumus empiris suatu senyawa dapat sama dengan rumus molekul jika perbandingan jumlah atom dalam rumus molekul tersebut merupakan perbandingan yang paling sederhana. Beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris sama dengan rumus molekul adalah H2Oh, NH3H2JADI4.

Rumus empiris lebih umum digunakan untuk menunjukkan rumus kimia senyawa ionik seperti natrium klorida, ditulis dengan rumus kimia NaCl. Senyawa NaCl mempunyai perbandingan ion Na+ dan Clˉ = 1 : 1. Sedangkan asam sulfat memiliki rumus kimia H2JADI4 mempunyai perbandingan ion H+ dan sebagainya4²ˉ = 2 : 1.

Senyawa ionik terdiri dari ion negatif dan ion positif. Senyawa ionik sendiri tidak mempunyai muatan karena jumlah muatan negatifnya sama dengan jumlah muatan positifnya. Misalnya senyawa CaCl2 terdiri dari 1 ion Ca²+ dengan 2 ion Clˉ sehingga muatan totalnya +2 ​​+ (-2) = 0.

Jumlah Atom dalam Rumus Kimia

Seperti yang telah diketahui bahwa rumus kimia terdiri dari rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris lebih sederhana dibandingkan rumus molekul karena rumus empiris terdiri dari bilangan-bilangan yang menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom unsur-unsur penyusun senyawa.

Namun karena rumus empiris merupakan bentuk sederhana dari rumus molekul, maka jumlah awal atom penyusun suatu senyawa tidak dapat diketahui. Jadi untuk mengetahui jumlah setiap atom dilakukan dengan melihat rumus molekul senyawa tersebut.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan jumlah setiap atom dalam suatu senyawa:

  1. Jumlah atom pada suatu rumus kimia dapat dilihat dari jumlah yang tertulis di belakang lambang atom, misalnya pada senyawa CO2 jumlah atom karbon C = 1 dan atom O = 2
  1. Terkadang senyawa ionik ditulis dengan tanda kurung, misalnya senyawa CO(NH2) 2 atau senyawa urea. Pada rumus kimia ini, angka di luar tanda kurung menunjukkan jumlah gugus atom yang ada di dalam tanda kurung.

Jadi jumlah masing-masing atom pada senyawa urea CO(NH2)2 adalah C = 1, O = 1, N = 1 x 2 = 2, H = 2 x 2 = 4. Untuk memudahkan memahami jumlah atom pada rumus kimia, lihat tabel jumlah atom beberapa senyawa di bawah.

Rumus Kimia Jumlah Setiap Atom
K2SO4 Atom K = 2, atom S = 1, atom O = 4
Ca(OH)2 Atom Ca = 1, atom O = 2, atom H = 2
Al2 (SO4) 3 Atom Al = 2, atom S = 3, atom O = 12
Ba3(PO4) 2 Atom Ba = 3, atom P = 2, atom O = 8
Fe(OH)3 Atom Fe = 1, atom O = 3, atom H = 3
MgBr2 Atom Mg = 1, atom Br = 2

Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekuler

  1. Menentukan Rumus Empiris Suatu Senyawa

Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan dengan menghitung mol setiap komponen penyusun suatu zat menggunakan massa molar zat tersebut. Untuk menentukan rumus empiris suatu senyawa, perbandingan mol setiap unsur suatu zat harus merupakan perbandingan yang paling sederhana.

Rumus menghitung mol komponen suatu zat:

n = m/Ar

Informasi:

n = jumlah molalitas atom (mol unsur)
m = massa atom (gram)
Ar = massa molekul relatif atom (g/mol)

Misalnya suatu zat mempunyai 4,8 gram atom O dan 11,2 gram atom Fe. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut (Diketahui Ar O = 16 gram/mol dan Ar Fe = 56 gram/mol)

Menjawab:

Untuk mendapatkan rumus empiris suatu zat yang terdiri dari atom Fe dan O, hitung terlebih dahulu perbandingan molnya:

Jadi perbandingan Fe:O adalah 0,2:0,3 = 2:3. Rumus empiris senyawa dari atom-atom di atas adalah Fe2HAI3.

  1. Menentukan Rumus Molekuler Suatu Senyawa

Rumus molekul suatu senyawa dapat ditentukan jika rumus empiris senyawa dan massa molekul relatif (Mr) zat tersebut diketahui.

(rumus empiris)n = rumus molekul

Rumus molekul Mr = nx (rumus empiris Mr)

Contoh Soal Rumus Empiris dan Rumus Molekuler

Tentukan rumus empiris zat perisa vanila pada makanan yang terdiri dari komposisi 31,6% unsur O, 5,2% unsur H, 63,2% unsur C. Diketahui massa molekul relatif atom (Ar) O = 16, H = 1 dan C = 12.

Diskusi

Menjawab:

Jika Anda mengetahui persen massa unsur-unsur penyusun suatu zat, maka Anda dapat mengetahui rumus empirisnya dengan menghitung perbandingan mol dalam 100 gram sampel vanili.

A. HAI elemen

% massa = 31,6

Massa per 100 gram = 31,6% x 100 gram = 31,6 gram

B. elemen H

% massa = 5,2

Massa per 100 gram = 5,2% x 100 gram = 5,2 gram

C. Elemen C

% massa = 63,2

Massa per 100 gram = 63,2% x 100 gram = 63,2 gram

Kesimpulan

Rumus empiris dan rumus molekul suatu zat termasuk rumus kimia yang digunakan untuk menunjukkan jumlah atom dalam suatu molekul senyawa. Rumus molekul dapat menunjukkan jumlah atom sebenarnya, sedangkan rumus empiris adalah rumus yang menunjukkan perbandingan atom-atom unsur penyusun terkecil.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *