Keberadaan koperasi diharapkan dapat menjadi landasan pembangunan perekonomian. Konsep pendiriannya yang berdasarkan dan untuk anggota menjadikan koperasi dikenal sebagai tumpuan perekonomian nasional.

Namun di zaman sekarang ini, banyak masyarakat yang mulai melupakan pentingnya koperasi. Padahal jika melihat sejarahnya, koperasi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengertian Koperasi

Bentuk hukum koperasi adalah badan usaha. Sebagai suatu badan usaha, koperasi tidak hanya dimiliki dan dijalankan oleh kelompok atau perseorangan tertentu.

Namun, semua anggota mempunyai peran dan tanggung jawab yang sama. Secara umum koperasi merupakan suatu badan usaha yang kepemilikan dan pengurusannya dilakukan oleh seluruh anggota dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kolektif dalam segala bidang.

Pentingnya koperasi terlihat dari adanya Undang-undang yang terdapat pada nomor 17 tahun 2012 pasal 1.

Sejarah Koperasi

Koperasi pada awalnya merupakan gerakan internasional. Sekitar abad ke-20, pergolakan ekonomi di kalangan rakyat jelata semakin intens. Mereka bertekad untuk melepaskan diri dari tekanan penderitaan akibat perekonomian.

Niat ini kemudian membuat mereka menciptakan sistem yang sederhana. Namun, kami tetap solid dalam memberikan kesejahteraan yang adil dan merata bagi dan dari mereka.

Hal ini juga mendorong terciptanya koperasi. Sedangkan di Indonesia, pengenalan konsep koperasi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1896 oleh Raden Aria Wiriatmadja.

Dialah yang memberikan pandangan untuk mendirikan bank khusus pegawai negeri sipil. Sepeninggal Raden Aria, gagasan mengenai koperasi ini dilanjutkan oleh De Wolffvan Westerrode.

Peran Dr Sutomo sendiri adalah pendiri Budi Utomo untuk memperkuat koperasi di tanah air.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1908 dan berperan aktif dalam memperkenalkan dan memperkuat citra koperasi di masyarakat.

Perkembangan koperasi terus berlanjut dan menghasilkan peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, yang diikuti oleh Regeling Inlandschhe Cooperatiev sejak tahun 1927.

Pada tahun yang sama Serikat Buruh Islam mulai terbentuk. Serikat pekerja ini memperjuangkan kesetaraan dan kesejahteraan pengusaha pribumi.

Semangat menuntut persamaan kedudukan ini diperjuangkan oleh Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tahun 1929.

Kehadiran penjajah Jepang juga memberikan nilai sejarah bagi tumbuhnya koperasi di Indonesia.

Umumnya orang Jepang yang mendirikan koperasi dikenal dengan sebutan Kumiyai. Sedangkan perkembangan kemajuan koperasi setelah kemerdekaan ditandai dengan diadakannya kongres koperasi yang pertama di Indonesia pada tanggal 12 Juli 1947.

Kongres tersebut berlangsung di Tasikmalaya yang menjadi catatan penting bagi koperasi sehingga ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Tujuan Koperasi

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, tujuan umum koperasi adalah menciptakan kesejahteraan. Sedangkan pihak yang akan sejahtera adalah para anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Keberadaan koperasi diharapkan dapat menjadikan tatanan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat secara umum lebih stabil dan membaik. Segala hal yang berkaitan dengan tujuan dan rincian mengenai koperasi tertuang dalam undang-undang tentang perkoperasian khususnya pada pasal 3.

Jenis Koperasi

Di bawah ini terdapat beberapa jenis koperasi, yaitu:

  1. Koperasi Konsumen

Penamaan jenis koperasi didasarkan pada tujuan didirikannya koperasi tersebut. Sebagai koperasi konsumen tentunya tujuan didirikannya berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan konsumsi barang dan jasa.

Koperasi ini akan menjual barang dan jasa yang dibutuhkan seluruh anggotanya, terutama kebutuhan sehari-hari. Jadi jika dilihat sekilas akan terlihat seperti toko kelontong pada umumnya.

Yang membedakan hanyalah harga barang dan jasa yang dijual di tempat ini, karena dijual ke member lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran.

  1. Koperasi Produsen

Berbeda dengan koperasi konsumen yang menyediakan barang konsumsi kepada anggotanya. Koperasi produsen biasanya memberikan ruang bagi anggotanya untuk menjual barang produksinya. Oleh karena itu, biasanya koperasi jenis ini lebih homogen.

Contoh koperasi produsen adalah koperasi khusus peternak sapi perah dan koperasi peternak lele. Kedepannya, koperasi ini harus berusaha agar produksi susu, lele, dan seluruh produk lainnya dari para anggotanya dapat dijual dengan harga yang wajar.

Selain itu membantu anggota untuk mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan.

  1. Koperasi Pelayanan

Koperasi ini sekilas sama dengan koperasi konsumen. Yang membedakan adalah produk yang disediakan. Sesuai dengan namanya, koperasi ini memberikan pelayanan bagi para anggotanya.

Konsep dasar koperasi jasa juga sama dengan koperasi konsumen. Misalnya saja koperasi jenis ini adalah koperasi jasa perjalanan, asuransi dan masih banyak lagi yang lainnya.

  1. Koperasi simpan pinjam

Di antara banyaknya koperasi, koperasi jenis ini merupakan koperasi yang sangat populer. Pasalnya koperasi ini telah memberikan dana segar bagi anggotanya yang membutuhkan dengan syarat mudah dan tenor pendek.

Keunggulan lainnya adalah bunga yang ditetapkan pada pinjaman ini sangat rendah sehingga tidak memberatkan anggota.

  1. Koperasi Multi Bisnis

Koperasi ini termasuk jenis yang kompleks karena terdiri dari gabungan paling sedikit dua jenis sekaligus. Misalnya koperasi ini akan menyediakan barang-barang yang dibutuhkan anggotanya dan memberikan jasa simpan pinjam serta kombinasi dari jenis koperasi lainnya.

Prinsip Koperasi

Di bawah ini beberapa asas koperasi, yaitu:

  1. Keanggotaannya bersifat Sukarela dan Terbuka

Keanggotaan ini bersifat sukarela karena tidak ada unsur paksaan sehingga setiap anggota yang bergabung harus atas kesadaran dan kemauannya sendiri. Selain itu, tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota.

Keanggotaannya bersifat umum. Siapapun dapat menjadi anggota asalkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota koperasi sebelum meminta haknya.

  1. Pengawasan Demokratis

Jalannya koperasi diawasi oleh seluruh anggota dan dilaksanakan dengan prinsip demokrasi. Semua anggota dapat dan berhak mengemukakan pendapatnya sepanjang mematuhi ketentuan yang ada. Hak-hak anggota tidak dapat dicabut secara sepihak oleh pengurus atau pengawas koperasi.

  1. Keanggotaan Aktif dalam Kegiatan Koperasi

Peran anggota dalam koperasi terbagi menurut kedudukannya dan harus dijalankan secara aktif dan bertanggung jawab.

  1. Jasa return sesuai modal

Modal koperasi berasal dari anggota yang besarnya tidak sama. Nantinya, pada akhir periode, sisa hasil usaha akan dibagi sesuai dengan modal yang ditanam. Semakin besar modal yang ditanam, otomatis SHU-nya juga akan semakin besar.

  1. Penyedia Pendidikan dan Pelatihan

Tujuan diadakannya koperasi adalah untuk pengembangan masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai hal tersebut, koperasi juga akan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan pelatihan, khususnya bagi anggotanya dan masyarakat umum.

  1. Perkuat Gerakan dengan Kolaborasi

Untuk dapat memperkuat gerakan tersebut, koperasi tidak bisa berdiri sendiri. Koperasi ini memerlukan koperasi dan organisasi lain untuk dapat mendukung pergerakannya.

Dengan adanya kerjasama seperti ini diharapkan koperasi dapat semakin kokoh dan memberikan dampak yang baik bagi anggota dan masyarakat.

Koperasi sangat penting karena memperkuat landasan perekonomian masyarakat yang menjadikan ladang usaha ini. Semakin masyarakat mau menganut prinsip koperasi maka kesejahteraannya akan semakin terjamin.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *